Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Pijat Bayi Dengan Minyak (Foto: Shutterstock)
Dream - Minyak zaitun atau baby oil seringkali kita gunakan untuk memijat atau menjaga kulit bayi selalu lembap. Rupanya dua produk tersebut malah bisa mendatangkan masalah pada kulit bayi.
Kulit si kecil berisiko iritasi dan luka, terutama jika kondisinya sangat kering. Selama ini baby oil dan minyak zaitun dipercaya bermanfaat untuk bayi, seperti menghangatkan tubuh dan digunakan untuk memijat bayi. Namun, dalam penggunaannya tidak selalu aman.
" Kulit bayi bisa iritasi. Kulitnya mengelupas, yang berwarna kemerahan, bertekstur basah. Saat kulit jadi kering bisa terjadi luka terbuka," kata dr. Matahari Arsy, sepsialis kulit dan kelamin dari klinik Bamed Skin Care, di Jakarta.
Ketika luka terbuka muncul, bakteri dapat menempel. Bayi bisa mengalami infeksi. Dampak buruk dari penggunaan minyak bayi tersebut sudah dibuktikan pada beberapa penelitian.
Arsy menyarankan untuk gunakan minyak bayi berbahan dasar biji bunga matahari (sun flowers seed). MMinyak ini aman untuk kulit bayi dan tidak menimbulkan iritasi.
Bila orangtua tetap ingin memberikan baby oil maupun minyak zaitun pada bayi sebaiknya tidak rutin.
" Usahakan tidak setiap hari. Frekuensi pemakaiannya harus dikurangi dan tidak usah berlebihan juga saat dioleskan," ungkap dr. Arsy.
Sumber: Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com