Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Changi Airport
Dream - Bandara Internasional Jewel Changi Singapura akhirnya dibuka kembali terhitung mulai Senin, 14 Juni 2021. Bandara yang juga menjadi tempat rekreasi favorit warga Singapura ini sempat ditutup selama sebulan akibat lonjakan kasus Covid-19.
Terminal 3 Bandara Changi sempat ditetapkan sebagai klaster penyebaran Covid-19 akibat pelonggaran yang diberlakukan otoritas setempat. Keputusan baru ditetapkan menyusul kondisi warga Singapura secara bertahap kembali bekerja.
Meski Jewel Changi dibuka, penerapan protokol kesehatan sama sekali tidak dilonggarkan. Pengunjung diharuskan memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak saat berada di seluruh area bandara.
Dibukanya kembali Jewel Changi merupakan langkah awal Singapura untuk kembali membuka penerbangan internasional secara bertahap. Sebelumnya, klaster Bandara Changi sempat menjadi penyebat kasus Covid-19 meroket.
Data Kementerian Kesehatan Singapura mencatat terjadi 108 kasus penularan dari klaster Bandara Jewel Changi. 43 kasus di antaranya adalah pekerja bandara.
Kini, staf yang bekerja di area berisiko tinggi diharuskan memakai alat pelindung diri (APD) setiap saat. APD dikecualikan saat sedang makan atau beristirahat.
© Dream
Untuk menekan lonjakan kasus di area bandara, Changi Airport Group memisahkan 14 ribu stafnya dalam tiga zona risiko Covid-19. Langkah ini untuk meminimalisasi risiko penularan Covid-19 varian baru.
Sejumlah area dibuat khusus untuk menandai zona berisiko tinggi. Zona ini nantinya dipergunakan untuk melayani penumpang yang datang dari luar negeri.
Penumpang yang masuk dan keluar juga tidak lagi punya kesempatan berbaur. Mereka tidak diizinkan berkomunikasi atau berkerumun dengan penumpang lainnya.
Otoritas Singapura juga membatasi akses di bandara. Hanya pemegang tiket dan pekerja penting yang kini boleh berada di bandara tersebut.
Selain itu, CAG juga mengerahkan kembali pekerja yang tidak divaksinasi untuk bekerja di zona lain yang lebih aman. Mereka juga menargetkan lebih dari 90 persen pekerja di Zona 2 dan 3 mendapatkan vaksinasi penuh.
Tak hanya itu, tes RT-PCR akan dilakukan setiap tujuh hari diselingi tes antigen pada hari ketiga. CAG juga merencanakan tes non-invasif harian untuk pekerja Zona 1 yang akan dilakukan di akhir shift sebelum pulang.
Demi lebih mengurangi risiko penularan udara, CAG memasang pemurni udara portabel dengan filter HEPA di seluruh area utama di zona terpisah yang baru, seperti ruang tertutup tempat staf dan penumpang berkumpul, dikutip dari Straits Times.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya