Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bandara Komodo (Shutterstock.com)
Dream - Bandara Komodo resmi akan dikelola oleh PT Cardig Aero Service (CAS) bersama Changi Airports International Pte Ltd (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd. Tiga perusahaan yang merupakan konsorsium ini ditetapkan sebagai pemenang tender Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha.
CAI dan Changi Airports MENA adalah perusahaan pengelola Bandara Changi di Singapura yang tersohor. Konsorsium ini mendapatkan hak pengelolaan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, selama 25 tahun ke depan.
" Investasinya sebanyak Rp1,2 triliun, di mana ini akan dilakukan biaya operasional sebanyak Rp5,7 triliun selama 25 tahun. Selain itu juga ada jaminan Rp 5 miliar dari investor," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dikutip dari Merdeka.com.

Bandara Komodo Labuan Bajo (Shutterstock.com)
Kewajiban pemenang tender ini yaitu merancang, membiayai, dan membangun fasilitas sisi udara. Hal itu meliputi perpanjangan dan perkerasan landasan pacu, penambahan apron, stopway, dan RESA.
Selain itu, konsorsium tersebut juga berkewajiban membangun fasilitas sisi darat meliputi perluasan terminal penumpang domestik, pengadaan terminal internasional, kantor, dan fasilitas pendukung lainnya.
Tugas lainnya, mengoperasikan selama 25 tahun, memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas, dan menyerahkan hak pengelolaan Bandara Komodo seluruhnya kepada pemerintah Indonesia saat masa kerja sama berakhir.

Bandara Changi Singapura (Shutterstock.com)
" Yang dilakukan di Labuan Bajo untuk dapat badan usaha yang memiliki kompetensi yang lebih ada dari sekarang meningkatkan kinerja bandaranya dan dalam waktu tidak lama penumpangnya meningkat pesat jadi 4 juta dan yang penting konektivitas nasional dan internasional membuat turis jadi lebih banyak," kata Budi.
Seperti diketahui, Bandara Changi membuat mata dunia terpincut. Bandara ini didesain dengan konsep yang sungguh luar biasa, menghadirkan suasana alam melalui hutan dan air terjun buatan.
Selain itu Changi Airport memiliki suasana yang bersih, fasilitas yang lengkap, koneksi nirkabel stabil, dan masih banyak lagi. Tak heran, sejauh ini Changi Airport telah menyabet lebih dari 500 penghargaan tingkat dunia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya