Begini Cara Hadapi Pertengkaran Rumah Tangga

Reporter : Kusmiyati
Selasa, 28 Juli 2015 20:00
Begini Cara Hadapi Pertengkaran Rumah Tangga
Penelitian yang dilakukan Dr. Gordon Harold di Cardiff University, Inggris menunjukan lisan yang agresif dalam perdebatan memiliki potensi menyimpan luka atau kenangan buruk selamanya.

Dream - Terkadang perdebatan timbul di kehidupan rumah tangga. Perang dingin, saling diam atau debat argumen dengan menarik urat menjadi yang hal sering terjadi.

Konsultan hubungan dan penulis buku Its Your Life, Vinita Dawra Nangia, mengatakan kedua hal tersebut bukanlah pilihan yang baik.

" Perdebatan itu pasti ada, tapi bukan harus perang dingin atau saling berteriak. Bertengkar pun bisa dengan cara yang lebih baik dan nyaman," katanya dikutip Idiva, Selasa 28 Juli 2015.

Penelitian yang dilakukan Dr. Gordon Harold di Cardiff University, Inggris menunjukan lisan yang agresif dalam perdebatan memiliki potensi menyimpan luka atau kenangan buruk selamanya.

" Misalnya orangtua yang bertengkar hebat dengan berteriak di hadapan anak-anak maka akan ada perasaan luka dan itu selamanya. Begitu juga dengan pertemanan dan hubungan percintaan," katanya.

Bertengkar pun menurut Vinita bisa dilakukan dengan baik-baik, begini caranya:

1. Hadirkan Kondisi Nyaman

Jangan sampai kehilangan rasa sopan atau kenyamanan walaupun sedang adu argumen. " Lontarkan kalimat-kalimat manis, hindari kata-kata kasar ataupun dengan nada yang tinggi. Bayangkan Anda jadi dia saat emosi negatif keluar bagaimana perasaan Anda," katanya.

2. Dengarkan Argumen Pasangan

" Latihlah diri Anda untuk mendengarkan argumen dari pasangan, lihat sudut pandang dia. Jangan dulu dibantah atau dipotong saat dia berbicara. Ekspresi pun hindari yang membuat situasi menegang," kata Vinita menjelaskan.

3. Pahami Pasangan

Debat argumen bukan berati harus merasa benar dan terus mempertahankan, menurut Vinita memahami perasaan pasangan dengan menghargai argumennya kemudian bahas bersama.

" Fokus pada masalahnya bukan pada argumen Anda, ketika sama-sama kuat dan meras benar maka masalah baru akan timbul. Fokus dan perhatikan masalah utamanya," ujar Seema.

4. Selesaikan Nanti

Vinita mengatakan emosi negatif tidak akan menyelesaikan masalah. " Saat hari itu emosi Anda dan pasangan tidak bisa mereda, tahan dulu sampai emosi negatif hilang.

" Bukan berarti hari itu harus selesai kalau dirasa tidak dapat selesai, coba hentikan dulu dengan memeluknya dan membahasnya lain kali dengan nada bercanda," sarannya. 

Beri Komentar