Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Anak Membantu Di Dapur (Foto: Shutterstock)
Dream - Anak-anak sangat mudah diarahkan untuk banyak hal. Termasuk membentuk mentalnya agar penuh empati pada orang lain. Yaitu suka membantu orang-orang di sekitarnya, meringankan pekerjaan orang lain serta membuat suasana jadi hangat dan menyenangkan.
Penting diketahui, hal itu tak muncul begitu saja. Ada anak yang saat melihat orangtuanya kerepotan membereskan rumah, dirinya hanya bersantai, tetap bermain games. Bahkan saat dimintai tolong, ia marah-marah. Sangat tak mempedulikan dan minim empati.
Ada juga anak yang selalu sigap membantu kakak adiknya saat melakukan pekerjaan rumah. Membantu ibunya memasak di dapur bahkan berinisiatif untuk menata meja makan.
Sebenarnya, anak sangat suka ketika mereka dibutuhkan dan dilibatkan pada banyak aktivitas orang dewasa, termasuk ketika membereskan rumah.
" Mulai sejak kecil selalu berdayakan mereka. Misalnya, minta mereka mengambil sendiri handuknya, membersihkan sendiri badannya. Jika si kecil kesulitan, selalu tawarkan bantuan dengan bertanya " kakak/ adik mau dibantu" . Ini akan melatih kemandirian dan menanamkan pada anak kalau mereka mampu," ujar Loraine Alfie, seorang psikolog anak.
Anak tentu akan melihat dan meniru orang di sekelilingnya. Pastikan orangtua juga mencontohkan sikap penuh empati. Seperti menolong anak saat ia kesushan, menawarkan bantuan, serta hal lain untuk menunjukkan kalau setiap orang memang sebaiknya saling membantu.
" Orangtua adalah teladan yang dilihat anak langsung depan mata. Berikan mereka contoh bagaimana saling membantu akan membuat segalanya jadi lebih mudah dan hangat," ujar Alfie.
Pastikan saat anak berada dalam kesulitan, orangtua sigap membantu. Cobalah lebih sering meminta bantuan anak dan jangan lupa ucapkan terima kasih dan pelukan hangat. Cara ini akan membuat si kecil merasa kalau pertolongannya dihargai dengan baik.
Sumber: Self Sufficient Kids
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya