Berkah Ramadan Hotel Sofyan

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 16 Juni 2016 20:32
Berkah Ramadan Hotel Sofyan
"Kami melakukan potongan untuk tiap transaksi untuk disedekahkan ke PPPA Daarul Quran. Jumlah potongannya tergantung tamu," ucap Ita.

Dream - Malam sudah tua. Tapi dapur Sofyan Hotel Betawi masih mengepul. Para koki masih saja bekerja. Tangkas, meracik bumbu untuk menu para tamu. Tak seperti biasa, mereka masak besar menjelang dinihari.

Hemmm... aroma wangi masakan meruap ke mana-mana. Menggugah nafsu makan yang nyaris terlelap, seperti mata mengantuk. Penasaran, Dream melangkah ke dapur. Melihat dari dekat keriuhan para koki.

“ Kami sedang menyiapkan menu sahur untuk para tamu,” kata Supervisor Dapur Sofyan Hotel Betawi, Chef Sudjaryono.

Oh, rupanya mereka tengah memasak untuk sahur para tamu. Pada hari biasa, para koki ini memang ada yang bekerja malam hingga pagi. Melayani satu atau dua tamu hotel yang memesan makanan.

Shift mereka memang tetap. Seperti biasa. Tapi lihatlah, menu yang mereka olah tengah malam itu jauh lebih banyak. Tak hanya untuk satu atau dua tamu. Wajan dan panci di depan mereka penuh dengan makanan. Khusus untuk sahur.

“ Jam setengah tiga kami sudah harus menyajikan makan sahur di restoran. Jadi, ketika tamu turun, nggak nunggu lama,” ujar Sudjaryono.

Dan dinihari itu, Sudjaryono dan anak buahnya menyiapkan banyak menu. Mulai Ayam Kalasan, Bubur Manado, Mie Salad, Sosis Bakar, Ketan Hitam, Sapo Daging, hingga buah-buahan.

“ Kami ada 12 paket menu, setiap hari disajikan berbeda. Jika sudah habis paket 12, kembali ke paket awal,” tambah pria berkaca mata itu.

***
Selain dapur, bagian lain Sofyan Hotel malam itu tampak sepi. Para tamu sudah beringsut ke kamar masing-masing. Tak ada ingar-bigar musik. Gemerlap lampu disko dan bar penuh botol alkohol yang biasa diminati orang, tak tersedia di sini.

Penginapan yang beroperasi sejak 1982 ini memang tak punya tempat hiburan malam. Diskotek yang dulu berjaya, dihancurkan. Dijadikan ruang tunggu sejak hotel ini menerapkan prinsip syariah di awal dekade 1990-an.

Baca juga: Sofyan Hotel Betawi Kalahkan Hotel Mewah Dubai

Suasana menjadi riuh baru terasa saat waktu sahur tiba. Para tamu keluar kamar, meriung di restoran. Mereka menikmati sajian sahur yang disiapkan oleh Sudjaryono dan anak buahnya sejak semalam.

Keriuhan itu surut saat imsak tiba. Hanya tersisa petugas dapur yang menata kembali restoran. Membersihkan sisa makanan. Para tamu kembali ke kamar, menunggu pagi untuk memulai hari.

Tibalah saat itu, suara azan sayup-sayup terdengar melalui sound di kecil di langit-langit ruangan. Tenggelam dalam lantunan azan Masjid Cut Meutia yang ada di seberang jalan.

Sejak menerapkan prinsip syariah, Sofyan Hotel Betawi memang selalu memutar azan lima kali dalam sehari. Saban masuk waktu sholat. Inilah salah satu ciri hotel syariah ini.

Kebanyakan tamu yang datang ke hotel ini adalah keluarga. Atau rombongan dinas dari berbagai daerah. Pasangan yang bukan suami-istri haram hukumnya menginap di hotel ini.

Siang itu, tak banyak tamu yang lalu-lalang. Hanya ada beberapa orang berbincang di lobi. Denyut-denyut kehidupan lebih banyak berada di kamar-kamar dan juga ruang-ruang meeting Sofyan Hotel.

Sementara, restoran yang menjelang subuh tadi ramai, seolah mati. Tak ada aktivitas. Selama Ramadan, tempat makan itu ditutup. Bagi tamu yang ingin memesan makanan, hotel ini memberikan ruangan khusus.

“ Kami menyiapkan ruangan khusus di ruang yang biasa dipakai untuk meeting. Ini untuk menghormati tamu yang puasa,” kata Asisten Manajer Sales dan Marketing Sofyan Hotel Betawi, Ita Faridasari.

 

1 dari 1 halaman

Sedekah Hotel

Matahari sudah rebah. Nyaris terbenam di ufuk barat. Saat itulah restoran Sofyan Hotel kembali berdegup. Para tamu kembali datang. Menunggu saat berbuka puasa.

Di depan, seorang ustaz berdiri di atas pentas mini. Berceramah. Golongan orang-orang yang dirindukan surga menjadi tema tausiyah sore itu. Hotel ini mengadakan ceramah dua kali dalam seminggu selama Ramadan.

Delapan tamu duduk di deretan kursi paling depan. Mereka serius menyimak kalimat demi kalimat sang ustaz. Sedangkan, sebagian besar tamu lebih memilih mendengarkan sambil meriungi menu buka di atas meja.

Usai berbuka, para tamu beranjak ke kamar, ada pula yang menyeberang jalan, menuju ke Masjid Cut Meutia untuk melaksanakan Sholat Maghrib, Isya, dan juga Tarawih.

“ Tahun lalu, pihak manajemen hotel mengadakan program Sholat Tarawih. Tapi, malah sepi,” ujar Ita. Rupanya, banyak tamu yang memilih sholat di Masjid Cut Meutia itu.

***
Melalui program Festive Deal yang dijalankan selama Ramadan, peraih Best Family Friendly Hotel ajang World Halal Travel Awards (WHTA) 2015 tersebut menyisihkan sebagian transaksi untuk disumbangkan ke lembaga penghimpun infaq dan sedekah.

“ Kami melakukan potongan untuk tiap transaksi untuk disedekahkan ke PPPA Daarul Quran. Jumlah potongannya tergantung tamu,” ucap Ita.

Meski terlihat sederhana, para tamu mersa puas dengan layanan Ramadan Sofyan Hotel. Purwanto Misalnya, dia mengaku semua kebutuhan ibadahnya terpenuhi di hotel ini.

“ Selain itu, makanan sahur dan buka puasa selalu tersiapkan dengan baik,” ujar Purwanto yang menginap bersama rombongan dari fakultas kedokteran universitas negeri ternama di Jakarta itu.

Itulah suasana Ramadan di Sofyan Hotel Betawi. Tak semua urusan yang berputar di penginapan itu hanya urusan bisnis belaka. Hotel ini menyandingkannya dengan urusan ibadah. Termasuk saat Ramadan ini. Berkah.

Beri Komentar