Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wisata Di Bali
Dream - Bali menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Indonesia maupun mancanegara. Tidak heran, pulau ini jarang sepi pengunjung setiap tahunnya.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun menyebutkan bahwa pada tahun 2019, wisatawan mancanegara yang berwisata di Bali mencapai 6,3 juta orang atau sekitar 39 persen dari total kunjungan nasional.

“ Artinya, pariwisata Bali menyumbang sekitar 29 persen terhadap devisa nasional atau 50 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB),” jelas Tjok Bagus Pemayun pada konferensi pers virtual Nivea Sun dan Udayana OHCC Dukung Program Bali Bangkit, Desember 2021.
Namun setelah pandemi melanda, tentu sangat mempengaruhi jumlah wisatawan yang datang ke Bali. Dan hal ini juga berdampak pada perekonomian Pulau Bali.
Akhirnya, di bulan Oktober 2021 lalu Pulau Dewata ini sudah membuka pintu kembali untuk para wisatawan lokal maupun mancanegara. Sejalan dengan hal ini, pemerintah Bali menetapkan sederet persyaratan ketat untuk tetap menekan penyebaran virus Covid-19.
© Dream
Bali Bangkit hadir untuk memulihkan perekonomian melalui sektor pariwisata dengan mengajak masyarakat menerapkan wisata aman dan taat prokes.
Ketaatan terhadap prokes melalui penerapan PHBS merupakan langkah penting dalam pemulihan perekonomian Bali yang memerlukan komitmen semua pihak termasuk wisatawan dan masyarakat Bali.

“ Hal ini sejalan dengan pedoman Tri Hita Karana yang salah satunya menekankan pentingnya hidup dalam keharmonisan antara manusia dengan manusia lainnya (pawongan),” tambah Koordinator Udayana One Health Collaborating Center, Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, pada kesempatan yang sama.
© Dream
Tidak hanya dari pemerintah, dukungan agar pariwisata Bali bangkit datang dari berbagai pihak. Nivea Sun salah satunya. Produsen perawatan kulit ini mengajak masyarakat menerapkan wisata taat protokol kesehatan (prokes) demi keamanan dan kenyamanan bersama melalui program Bali Bangkit.
Dalam program ini, Nivea membagikan produk Nivea Sun secara gratis kepada para wisatawan agar mereka dapat selalu terlindungi dari efek buruk sinar matahari.
Selain itu juga disediakan fasilitas cuci tangan di 50 titik destinasi wisata guna menyebarkan edukasi mengenai pentingnya kedisiplinan dan ketertiban dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

“ Saat dunia dilanda wabah COVID-19, kami pun tergerak untuk turut berkontribusi, salah satunya dengan mendukung program pemulihan ekonomi Bali,” Marketing Director NIVEA Indonesia, Yulias Rachmatika pada kesempatan yang sama.
Yulias menambahkan bahwa NIVEA mengajak semua pihak untuk saling jaga, menjadi guard atau pelindung bagi Bali tercinta. Diharapkan Bali bisa menjadi destinasi wisata yang lebih aman dan nyaman bagi wisatawan sekaligus lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat bagi masyarakatnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya