Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Watergong (Instagram @@albertus_bagusr)
Dream - Sungai selalu jadi tempat yang menyenangkan untuk bersantai dan bermain. Apalagi jika sungai tersebut bersih dan punya pemandangan indah.
Sayangnya, sungai semacam itu hanya dapat ditemui di kawasan pegunungan dan perbukitan. Sementara sungai di kawasan permukiman rata-rata dipenuhi sampah.
Tetapi tidak demikian dengan Watergong. Sungai ini kini menjadi destinasi wisata, dengan airnya yang jernih dan penuh ikan.
Watergong terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Destinasi wisata tersebut sudah dibuka sejak lima tahun lalu.
Pengelola Watergong, Bagong Margono, mengatakan dulunya sungai tersebut sangat kotor dan penuh sampah. Bagong tergerak membersihkan sungai tersebut karena rasa cintanya pada alam.

Watergong (Instagram @wisatasemarang)
Butuh waktu bertahun-tahun bagi Bagong untuk membersihkan sampai di sungai tersebut. Setelah bersih, Bagong menabur bibit ikan nila hingga satu ton.
Lambat laun, upaya Bagong menuai hasil. Banyak orang datang lantaran tertarik untuk bersantai di Watergong.
Apalagi setelah tempat itu viral. Pengunjung Watergong jadi semakin banyak.
"Setelah viral, ada yang setengahnya saya kasih bibit ikan koi. Jadi, ikan koi baru ada setelah viral, tujuannya supaya kelihatan lebih bagus dan pengunjung lebih senang untuk datang kembali," ujar Bagong.

Watergong (Instagram @@albertus_bagusr)
Jumlah ikan koi yang saat ini hidup di Watergong sudan lebih dari 2.000 ekor dengan sebagian dijual kepada pengunjung. Sementara ikan nila dimanfaatkan untuk menu makanan di restoran Watergong, sebagian juga dijual.
Pengunjung Watergong berasal dari berbagai tempat dan tetap ramai meski di tengah pandemi Covid-19. Meski begitu, Bagong mengakui ada beberapa fasilitas yang harus ditiadakan, seperti live musik pada malam hari.
Restoran Watergong tetap buka saat pandemi. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan.
"Jadi, di sini ada 20 tempat air untuk cuci tangan, kita nggak pakai hand sanitizer, sementara untuk masker itu harus selalu dipakai," kata Bagong.
Buat kamu yang ingin liburan dan tetap aman Covid-19, tempat ini bisa jadi referensi. Tetap sehat ya.
Sumber: Liputan6.com/Henry
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?