Beser di Malam Hari Bisa Jadi Gejala Nokturia, Hati-Hati!

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Selasa, 22 Desember 2020 08:12
Beser di Malam Hari Bisa Jadi Gejala Nokturia, Hati-Hati!
Kondisi ini terjadi ketika orang terus terbangun untuk berkemih saat tidur.

Dream - Pola minum dan berkemih yang salah dapat menimbulkan berbagai penyakit. Salah satunya nokturia, gangguan mengontrol pengeluaran urine selama tidur. Kondisi ini cukup merepotkan karena bisa menyebabkan seseorang terbangun saat tidur untuk berkemih di malam hari.

Nokturia adalah kondisi saat seseorang terbangun dari tidurnya untuk berkemih pertama kali dan setiap proses berkemih selanjutnya diikuti tidur atau keinginan untuk tidur.

Tidak semua beser dikategorikan sebagai nokturia. Kondisi ini hanya terjadi ketika seseorang sudah tidur dan tidak hanya terjadi satu kali selama periode tidur.

Banyak orang menyebut nokturia merupakan hal yang wajar dialami seiring dengan proses penuaan. Padahal gangguan yang kerap disebut 'beser di malam hari' itu bisa menurunkan kualitas hidup.

" Nokturia sangat memengaruhi kualitas hidup, apabila tidak diatasi dengan tepat dapat menyebabkan masalah sosial, bahkan ekonomi bagi penderitanya," tutur Dr. dr. Nur Rasyid, SpU (K), Ketua Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) di Jakarta, baru-baru ini.

Nokturia jika dibiarkan dapat menyebabkan gangguan suasana hati, gangguan bekerja dan kognitif, risiko depresi hingga penurunan sistem imun.

1 dari 5 halaman

Penyebab dan Cara Mengatasi Nokturia

Penyebab penyakit ini sangat banyak misalnya pada laki-laki karena obstruksi infra vesika seperti penyakit prostat. Sedangkan pada laki-laki dan perempuan seperti gangguan kontraksi kandung kemih, komplikasi DM, kelainan neurologis dan hormonal.

" Nokturia dapat diatasi dengan perbaikan gaya hidup. Hindari konsumsi cairan berlebih pada malam hari, hindari konsumsi kafein, memastikan konsumsi cairan yang cukup sepanjang hari, menghindari diet tinggi protein atau garam pada malam hari," jelas dr. Nur.

Jika perubahan gaya hidup saja tidak bisa mengatasi masalah nokturia, pasien dianjurkan untuk melakukan terapi dan konsumsi obat-obatan.

2 dari 5 halaman

Infeksi Saluran Kemih, Penyakit yang Mengincar Kaum Hawa

Dream - Sebagai wanita, sangat penting untuk selalu menjaga kebersihan tubuh. Bukan hanya bagian yang terlihat, tapi juga bagian yang tidak terlihat, seperti organ intim.

Area ini harus selalu dirawat dan dibersihkan. Apalagi, kaum hawa sangat rentan terkena infeksi saluran kandung kemih (ISK) dibandingkan pria. Seperti dikutip dari Kidney.org, hal ini terjadi karena perempuan memiliki uretra yang pendek dan lurus.

Kondisi tersebut membuat kuman lebih mudah untuk masuk ke dalam kandung kemih. Uretra merupakan saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh. Fungsinya, sebagai saluran pembuangan, baik pada sistem kemih atau ekskresi dan sistem seksual.

Saat kuman masuk dan terjadi infeksi, sederet gejala menyiksa akan muncul. Antara lain muncul rasa ingin buang air kecil yang tak tuntas atau sering disebut anyang-anyangan. Lalu, terasa nyeri hebat saat buang air kecil.

Pada kondisi yang sudah parah muncul darah di urine dan suhu tubuh meningkat meski tak sampai demam. Untuk itu, jangan sepelekan anyang-anyangan, karena bisa jadi gejala awal ISK.

Segera periksakan ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut. Penyakit ini tak bisa sembuh dengan sendirinya karena dipicu bakteri. Dibutuhkan terapi obat antibiotik untuk meredakannya.

Jika didiamkan, ISK bisa memicu urosepsis, yaitu saat bakteri di ginjal yang terinfeksi menyebar ke darah. Kondisi ini bisa membuat tekanan darah turun drastis hingga syok, bahkan kematian.

Laporan Mega Rasmiyati

3 dari 5 halaman

Buang Air Kecil Sakit Usai Berhubungan, Hati-Hati Pertanda Penyakit Serius Ini

Dream - Rasa sakit saat buang air kecil setelah berhubungan intim jangan diabaikan pasangan suami-istri. Kondisi tak wajar ini seringkali terjadi dan jadi pertanda kondisi organ intim yang tidak sehat.

Kamu yang pernah mengalaminya sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Beberapa penyakit serius bisa jadi sedang kamu idap tanpa disadari.

Dilansir dari Sehatq.com, berikut penyebab rasa sakit ketika buang air kecil setelah berhubungan intim.

Infeksi saluran kemih

Hal ini disebabkan oleh adanya bakteri yang berujung pada peradangan di saluran kemih. Kamu juga bisa mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil, perubahan warna dan bau urine serta nyeri panggul.

4 dari 5 halaman

Uretritis

Jika merasa gatal di tempat keluarnya urine, keluar nanah serta nyeri panggul, mungkin kamu mengalami uretritis. Uretritis merupakan infeksi bakteri atau virus pada uretra.

Infeksi jamur

Biasanya, infeksi jamur candida albicans terjadi pada wanita. Hal ini sangat umum terjadi pada wanita. Penelitian menyatakan bahwa setidaknya 3 dari 4 wanita mengalaminya. Berkonsultasilah pada dokter untuk mengatasinya.

5 dari 5 halaman

Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri merupakan kondisi miss V yang diserang bakteri yang diakibatkan oleh perubahan pH.

Biasanya, vaginosis memiliki gejala gatal, keluarnya cairan berwarna kuning, hijau atau abu-abu serta muncul bau kurang sedap saat berhubungan intim.

(Sumber: Sehatq.com)

Beri Komentar