Booming Hijabers Diawali dari Menjamurnya Komunitas Hijaber

Reporter : Ervina
Rabu, 21 Mei 2014 13:29
Booming Hijabers Diawali dari Menjamurnya Komunitas Hijaber
Video tutorial hijab, kehadiran blogger berkerudung, kemunculan busana muslim ready-to-wear merupakan faktor yang memicu booming komunitas hijabers pada 4 hingga 5 tahun terakhir.

Dream - Kesadaran muslimah untuk berhijab kini disikapi bukan hanya sekedar kewajiban yang sudah dituliskan Allah dalam Al-Quran. Lebih dari itu, kini hijab sudah menjadi salah satu bagian dari kemajuan tren busana di Indonesia dan mancanegara.

Melalui hijab, perempuan Indonesia khususnya para hijabers terlihat mulai bangkit dan menunjukkan sisi kreatifitas dalam berbusana. Fenomena kebangkitan hijabers ditandai sejak kemunculan dan booming komunitas hijabers pada 4 hingga 5 tahun terakhir.

Jika sebelumnya hanya kaum ibu yang mayoritas mengenakan kerudung, kini kesadaran serupa juga sudah mulai ditemui pada muslimah muda. Dalam sejumlah acara keagamaan yang bertempat di pusat perbelanjaan maupun hotel dan tempat ibadah sekitar 80 persen yang hadir umumnya berkerudung dan bazaar yang diselenggarakan sekitar 70 persen pengisi booth merupakan hijaber.

Lalu apa yang melatar belakangi kemunculan sejumlah komunitas hijaber? Salah satu perancang busana busana muslim, Dian Pelangi menyebut kepedulian anak muda terhadap kerudung merupakan salah satu faktor utama. Anak muda memperkenalkan sejumlah video tutorial hijab, kehadiran blogger berkerudung, kemunculan busana muslim ready-to-wear merupakan faktor yang semakin memudahkan hijaber saat ini.

Selain itu kemunculan sejumlah desainer muda, blogger, dan sejumlah publik figur kenamaan yang mulai berkerudung. Publik figur disebut sebagai salah satu influencer yang memberikan inspirasi lain untuk model busana yang lebih mudah dan beragam.

" Kalau dulu busana muslimah identik dengan harga mahal dan ribet, lalu kini muncul anak muda, desainer dan publik figur yang mengubah imej tersebut jadi lebih fashionable, simple dengan harga terjangkau," kata Dian.

Beri Komentar