Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Promosi Wonderful Indonesia Di Korea Selatan (Foto: Facebook/Kemenpar)
Dream - Brand Wonderful Indonesia terus menghiasi tempat-tempat keramaian di negara-negara yang berpotensi mendatangkan wisatawan ke Indonesia. Kali ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mancing di Negeri Gingseng, Korea Selatan (Korsel) yang memang akhir-akhir ini kunjungan wisatawannya ke Indonesia terus meningkat.
Kementerian di bawah komando Arief yahya itu memasang branding Wonderful Indonesia di dua kota besar di Korsel, yakni Seoul dan Busan. Promosi di Korsel disajikan dengan menggunakan 2 unit Digital Media Tunnel LED. Tidak hanya itu, 1 unit Subway dan beberapa Subway Screen door yang berada di Seoul Metro juga dibalut brand wonderful Indonesia.

" Kami melakukan pemasangan dari tanggal 14 Mei hingga 15 Juli. Selama satu bulan penuh, Wonderful Indonesia akan menjadi pusat perhatian publik. Maklum, rute yang dilalui menyentuh pusat-pusat aktivitas warga Seoul. Ditambah lagi, desainnya enak dilihat. Pesannya mudah ditangkap," ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana, dikutip dari keterangan pers tertulis, Rabu 31 Mei 2017.
Alhasil, subway yang di-wrapping sejumlah culture dan nature keren Wonderful Indonesia menjadi pusat perhatian publik di Seoul, Korea Selatan. " Begitu ada peluang, kita langsung agresif berpromosi. Curi peluang untuk merayu warga Seoul berwisata ke Indonesia," ucap Kepala Bidang Komunikasi Media Ruang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, Elizabet Hutagaol menambahkan.

Serupa dengan Seoul, Kota Busan juga akan dipromosikan dengan 1 unit Billboard dan 1 unit One Vision Way. Sejumlah destinasi andalan Indonesia ikut ditampilkan. Ada yang di-wrapping dengan nuansa culture Borobudur, Prambanan-Joglosemar, Surfing di Sumbawa, hingga keindahan Danau Toba di Sumatera Utara. Ada juga yang di-wrapping panorama nature kelas dunia di Nusa Penida, Nusa Lembongan, Balangan Beach, Mengening Beach, Uluwatu dan Gili Tepekong di Bali.
" Di Busan, kami lakukan dengan waktu pemasangan pada periode Mei-Oktober 2017. Lokasi yang dipilih pun, adalah tempat yang potensial yang berada di Busan Indonesia Centre (BIC), merupakan lokasi yang tidak pernah sepi di wilayah Kota Busan. Promosi ini diharapkan mampu mendatangkan wisman asal Korsel dan juga mampu menarik minat wisatawan mancanegara lainnya yang berada di sana," ujar Elizabet.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memang serius mendatangkan wisatawan asal Korsel. Menurut data, saat ini jumlah wisman Korea (Selatan) pada tahun 2015 adalah 338.671 orang. Sedangkan target tahun 2016 yakni 400 ribu orang (wisman Korsel) atau naik 18 persen. Tahun ini, Kementerian Pariwisata telah menargetkan sebesar 514.000 wisatawan asal Korea Selatan, untuk itu promosi perlu dilakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Kementerian Pariwisata Indonesia akan terus gencar berpromosi di negara yang terkenal dengan budaya K-Pop-nya itu. " Bali dan Yogya destinasi favorit bagi wisman asal Korsel, wisatawan Korsel akan ditargetkan untuk lebih banyak datang ke Indonesia. Dengan mengundang langsung warga Korea Selatan ke Indonesia dan mengenalkan budaya nusantara pada mereka," ujar Menpar Arief Yahya.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya