Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Buang angin berkali-kali tentu saja membuat tidak nyaman. Perut terasa kembung dan angin keluar terus-menerus. Belum lagi jika mengeluarkan aroma yang tidak sedap.
Buang angin disebabkan karena banyaknya kandungan gas di dalam perut. Munculnya gas berasal dari pembentukan asam lambung berlebih akibat telat makan atau banyak mengonsumsi makanan yang memicu pembentukan gas.
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan perutmu jadi terlalu penuh dengan gas. Apa saja?
Menelan banyak udara
Kamu bisa menelan udara terlalu banyak saat mengunyah permen karet. Udara yang masuk ini kemudian dikeluarkan melalui dua cara yaitu bersendawa atau kentut.
Konsumsi kubis
Banyak mengonsumsi sayuran berjenis cruciferous, seperti kembang kol, brokoli, atau kubis, bisa menimbulkan banyak gas di perut. Pastikan makan sayuran tersebut secukupnya dan tidak berlebihan.
Terlalu banyak konsumsi produk susu
Susu yang tidak tercerna dengan baik akan menciptakan pembentukan gas yang berakhir dengan seringnya buang angin. Hal ini juga dipengaruhi usia. Enzim tubuh yang bisa mengolah susu bakal cenderung berkurang saat umur bertambah.
Karbohidrat berlebihan
Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat bisa membuat sisa kandungannya tak tercerna dengan baik. Hal ini bisa menghasilkan limbah tempat bertumbuhnya bakteri penyebab buang angin. Untuk itu jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi.
Konsumsi soda
Soda mengandung pemanis buatan seperti sorbitol atau xylitol yang tak terserap tubuh dengan baik. Pada akhirnya, zat ini menjadi makanan bagi bakteri di usus yang membuat produksi gas bertambah banyak.
Laporan: Rizky Wahyu Permana/ Merdeka.com
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
