Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penyebab Pipi Bengkak Pun Berbeda-beda. (Foto: Shutterstock)
Dream - Jika merasa pipimu lebih besar dari sebelumnya saat pola makanmu tetap sehat dan seimbang, mungkin sebenarnya kamu mengalami pembengkakan di pipi.
Pembengkakan di pipi bisa terjadi di satu maupun kedua sisinya. Penyebabnya pun berbeda-beda.
Mulai dari penyakit ringan hingga kronis. Dilansir dari Sehatq.com, berikut penyebab pipi bengkak.
Preeklampsia

Preeklampsia seringkali dialami wanita hamil. Dimana mereka mula merasa tangan, pipi atau bagian tubuh lainnya membengkak.
Biasanya, ibu hamil mengalaminya saat kehamilan mencapai 20 minggu. Hal ini bukan sesuatu yang bisa dibiarkan karena bisa menyebabkan kematian.
Kamu harus segera berkonsultasi ke dokter. Terutama, jika mengalami penglihatan buram, sakit kepala atau perut.

Selulit tidak tanya muncul di bagian kaki, perut atau pinggul, tapi juga di pipi. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam kulit akibat luka dan menyebabkan pipi bengkak.
Meski terdengar sepele, selulitis pada pipi dapat menyebabkan kematian ketika infeksi menyebar ke aliran darah.

Mungkin kamu sudan pernah mendengar penyakit ini. Gondok terjadi akibat infeksi virus di kelenjar air liur dan menyebabkan pembengkakan. Inilah yang membuat pipimu membesar.
Selain gondok, hal ini juga merupakan gejala gondongan. Jika sudah pernah mengidap gondongan, kamu bisa terhindar dari infeksi yang sama.

Sindrom ini dialami oleh seseorang yang tubuhnya memproduksi hormon kortisol melebihi kadar normal. Ini menyebabkan kenaikan berat badan di sebagian area tubuh seperti pipi.

Mengonsumsi steroid dalam waktu yang lama memang kurang dianjurkan. Hal ini bisa menyebabkan pipi bengkak dan sindrom cushing. Berat badanmu pun bisa meningkat dan lemak terkumpul di samping wajah serta belakang leher.

Ketika mengalami tumor kelenjar ludah, pipi, mulut, rahang serta lehermu bisa membengkak. Bahkan, sebagian wajah akan berubah bentuk dan ukuran.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya