Penyebab Pipi Bengkak Pun Berbeda-beda. (Foto: Shutterstock)
Dream - Jika merasa pipimu lebih besar dari sebelumnya saat pola makanmu tetap sehat dan seimbang, mungkin sebenarnya kamu mengalami pembengkakan di pipi.
Pembengkakan di pipi bisa terjadi di satu maupun kedua sisinya. Penyebabnya pun berbeda-beda.
Mulai dari penyakit ringan hingga kronis. Dilansir dari Sehatq.com, berikut penyebab pipi bengkak.
Preeklampsia

Preeklampsia seringkali dialami wanita hamil. Dimana mereka mula merasa tangan, pipi atau bagian tubuh lainnya membengkak.
Biasanya, ibu hamil mengalaminya saat kehamilan mencapai 20 minggu. Hal ini bukan sesuatu yang bisa dibiarkan karena bisa menyebabkan kematian.
Kamu harus segera berkonsultasi ke dokter. Terutama, jika mengalami penglihatan buram, sakit kepala atau perut.

Selulit tidak tanya muncul di bagian kaki, perut atau pinggul, tapi juga di pipi. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam kulit akibat luka dan menyebabkan pipi bengkak.
Meski terdengar sepele, selulitis pada pipi dapat menyebabkan kematian ketika infeksi menyebar ke aliran darah.

Mungkin kamu sudan pernah mendengar penyakit ini. Gondok terjadi akibat infeksi virus di kelenjar air liur dan menyebabkan pembengkakan. Inilah yang membuat pipimu membesar.
Selain gondok, hal ini juga merupakan gejala gondongan. Jika sudah pernah mengidap gondongan, kamu bisa terhindar dari infeksi yang sama.

Sindrom ini dialami oleh seseorang yang tubuhnya memproduksi hormon kortisol melebihi kadar normal. Ini menyebabkan kenaikan berat badan di sebagian area tubuh seperti pipi.

Mengonsumsi steroid dalam waktu yang lama memang kurang dianjurkan. Hal ini bisa menyebabkan pipi bengkak dan sindrom cushing. Berat badanmu pun bisa meningkat dan lemak terkumpul di samping wajah serta belakang leher.

Ketika mengalami tumor kelenjar ludah, pipi, mulut, rahang serta lehermu bisa membengkak. Bahkan, sebagian wajah akan berubah bentuk dan ukuran.
(Sumber: Sehatq.com)