Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bus Listrik. (Pixabay)
Dream - Bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa (MAB) diklaim siap produksi massal. Bahkan salah satu pemiliknya, Jenderal (Purn) TNI Moeldoko yang pernah menjabat Panglima TNI yakin bisa langsung tancap gas memenuhi pesanan bila payung hukum kendaraan listrik sudah terbit.
Sebetulnya sudah seberapa jauh kelayakan bus listrik ini mengaspal? Sudah berizin?
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan bus ini sudah melalui uji tipe Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJ-SKB) Kementerian Perhubungan.
" Kami sudah punya fasilitas uji tipe. Yang punya Pak Moeldoko itu sudah lulus," kata Budi Karya, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 6 Desember 2018.
Budi mengatakan bus listrik MAB harus disesuaikan dengan aturan standar Indonesia. Misalnya, bagian steker bus masih menggunakan standar China GB/T.
Sementara itu, menurut Senior Researcher Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Ganesha Tri Chandrasa, standar steker dari Indonesia sama seperti di Eropa dan Jepang, yaitu DC (CCS) dan DC CHAdeMO.
" Kemungkinan CCS sama CHAdeMO tapi belum fix, tapi itu (yang paling reliable)," kata Ganesha.
Dengan penyesuaian standar steker ini, dia berharap bus listrik bisa melaju leluasa ke seluruh tempat. Ketika harus mengisi daya listrik, tentu ini akan mempermudah bus karena telah menggunakan standar steker yang sama.
" Masalahnya bus dia (MAB) juga sudah banyak, makanya kalau memang dia mau internal (bangun SPLU) silakan. Tapi dia ingin setiap kota, provinsi ada yang pemerintah bangun," kata dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya