Ilustrasi Bus Listrik. (Pixabay)
Dream - Bus listrik produksi PT Mobil Anak Bangsa (MAB) diklaim siap produksi massal. Bahkan salah satu pemiliknya, Jenderal (Purn) TNI Moeldoko yang pernah menjabat Panglima TNI yakin bisa langsung tancap gas memenuhi pesanan bila payung hukum kendaraan listrik sudah terbit.
Sebetulnya sudah seberapa jauh kelayakan bus listrik ini mengaspal? Sudah berizin?
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan bus ini sudah melalui uji tipe Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJ-SKB) Kementerian Perhubungan.
" Kami sudah punya fasilitas uji tipe. Yang punya Pak Moeldoko itu sudah lulus," kata Budi Karya, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 6 Desember 2018.
Budi mengatakan bus listrik MAB harus disesuaikan dengan aturan standar Indonesia. Misalnya, bagian steker bus masih menggunakan standar China GB/T.
Sementara itu, menurut Senior Researcher Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Ganesha Tri Chandrasa, standar steker dari Indonesia sama seperti di Eropa dan Jepang, yaitu DC (CCS) dan DC CHAdeMO.
" Kemungkinan CCS sama CHAdeMO tapi belum fix, tapi itu (yang paling reliable)," kata Ganesha.
Dengan penyesuaian standar steker ini, dia berharap bus listrik bisa melaju leluasa ke seluruh tempat. Ketika harus mengisi daya listrik, tentu ini akan mempermudah bus karena telah menggunakan standar steker yang sama.
" Masalahnya bus dia (MAB) juga sudah banyak, makanya kalau memang dia mau internal (bangun SPLU) silakan. Tapi dia ingin setiap kota, provinsi ada yang pemerintah bangun," kata dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com)
Advertisement

Sering Dikira Makanan Sehat, Sejumlah Makanan dan Minuman Ini Ternyata Makanan Olahan

Apa Sebenarnya Wangi Musk? Mengapa Aroma Ini Tengah Digemari?

Vrindavan di Mulut Netizen, Bharat di Konstitusi: Dua Cara Berbeda Menyebut Negeri India

Pentingnya Menunjukkan kepada Anak seperti Apa Pekerjaan Orang Tua

Benarkah Setiap Kopi Hitam Memiliki Kandungan Kafein Berbeda-beda? Ini Alasannya

Cara Mendidik Anak agar Menjadi Pekerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Mengenal Hypersensitivity Pneumonitis, Radang Paru-Paru akibat Paparan Debu dan Jamur