Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Begini Cara Pemilik Ferrari Mengangkut TV Berukuran Jumbo. (foto: Carscoops)
Dream – Tak dapat dipungkiri supercar memiliki harga yang terbilang mahal, bisa mencapai miliaran rupiah. Tentu kita bisa menebak siapa saja yang bisa memboyong mobil mewah itu, kan?
Meskipun harganya fantastis, supercar ini punya kelemahan, yaitu ruang kabin yang terbatas. Ini bisa membatasi pengemudi untuk membawa barang.
Dikutip dari Carscoops, Rabu 16 Juni 2021, keterbatasan ruang tak menghalangi pemilik supercar untuk memboyong benda berukuran besar, seperti TV Samsung UHD 48 inci. Sebuah foto yang beredar di Reddit menunjukkan pemilik mobil Ferrari Testarossa mengangkut barang ini dengan cara yang “membagongkan”.
Dia membawa TV berukuran jumbo itu dengan Kuda Jingkrak dan menempatkan benda itu di penutup mesin. Terlihat televisi ini direkatkan di penutup mesin.
Tentu saja hal ini membuat pengemudi mengemudikan Ferrarinya dengan hati-hati. Kalau ngebut atau salah belok sedikit, televisi itu bisa rusak.
Foto ini menuai kritik dari warganet. Mereka mempertanyakan alasan pemilik kendaraan tidak memasukkan TV itu dalam mobil. Tapi, ada juga yang menyebut TV itu tidak muat kalau dimasukkan ke dalam mobil.
Dream – Biasanya pedagang mengangkut barang dagangannya, seperti buah-buahan, dengan mobil berkapasitas besar, misalnya pickup bak terbuka. Di beberapa tempat adalah pula orang yang memanfaatkan minibus untuk berjualan bahan pokok, sepatu, atau pakaian.
Namun pernahkah terbayang jika mobil Ferrari digunakan untuk berdagang buah-buahan? Jika melihat barang dagangannya, rasanya tidak mungkin pemilik mobil mewah ini kekurangan uang sehingga berjualan buah.
Dikutip dari Auto Evolution, Rabu 14 April 2021, sebuah cuplikan video memperlihatkan dua orang laki-laki yang menjual buah semangka dengan mobil Ferrari.
Mereka menjual dagangan ini di desa dan membuat penduduk desa terkagum-kagum melihat “The Prancing Horse”. Tak hanya itu, terlihat mobil ini meliuk-liuk menuruni jalan-jalan sempit.
Kalau dilihat, mobil Ferrari itu adalah model 488 GTB. Kejadian ini berlangsung di Vietnam. Usut punya usut, ternyata mobil itu bukanlah Ferrari sungguhan.

Pembuat mobil replika ini adalah tim kreatif dari NHET TV dari Vietnam. Tim ini semula membuat replika motor dan mobil dari karton. Kini, mereka beralih dengan membuat replika Ferrari dengan kerangka baja dengan fiberglass dan lem komposit.
Untuk membuat satu supercar replika ini, tim tersebut merogoh kocek US$1.000 (Rp14,63 juta) dan pembuatannya makan waktu berbulan-bulan. Untuk tenaganya, mobil itu menggunakan mesin berpendingin udara yang bersumber dari pompa air. Mobil ini diklaim bisa melaju hingga 60 km per jam.
Video berdurasi 30 menit ini berkisah tentang dua lelaki yang kesulitan menjual semangka. Keduanya akhirnya memutuskan menjual semangka dengan Ferrari. Menjual buah dengan supercar tak hanya menghasilkan senyum bagi orang-orang yang melihatnya, tetapi juga mengundang niat untuk membeli buah-buahn itu.
Untuk membuat video berdurasi 30 menit, tim tersebut bekerja sama untuk mengosongkan jalan sehingga tidak terjadi kemacetan di belakang “Ferrari”. Alasan pembuatan video ini adalah `menyindir` orang-orang yang kerap memamerkan mobil mewah, baik dari sisi eksterior maupun interior dan hal ini menjadi berita utama.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?