Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Instagram @putrititian
Dream - Menanamkan kebiasaan baik baik anak di usia dini akan membuahkan kepribadian yang baik juga di kemudian hari. Dibutuhkan latihan dan konsistensi untuk membentuk karakter dan kepribadian yang baik pada anak.
Putri Titian punya cara sederhana untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik kepada kedua anaknya, Theodore Iori Liem dan Mykah Iago Liem.

“ Sesuai usianya, aku mengajarkan anak-anak dari kecil sesederhana kalau di rumah bilang terimakasih jika ditolong oleh mba. Dan jika dia ingin makan dan minta tolong ke suster harus bilang tolong,” kata Aktris Putri Titian pada konferensi virtual Bebelac Gerakan Anak Hebat Berbagi Kebaikan, Kamis 17 Maret 2022.
© Dream
Selain kata " tolong" dan dan " terimakasih" , Putri juga membiasakan untuk mengucapkan kata " maaf" ke anak atau sebaliknya.

“ Sebagai ibu kadang suka kelepasan momen marah-marah. Kalau sudah malam aku biasain bilang maaf ke mereka. Aku bilang perasaanku dan agar mereka ngerti. Dan ini bikin mereka ngerti kalau bukan anak aja yang minta maaf tapi juga orangtua,” ujar Putri.
© Dream
Putri Titian merasa bahwa nilai-nilai kebaikan sangat penting untuk ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.

“ Sedini mungkin aku mulai mencontohkan pada si kecil untuk berbuat kebaikan dan menumbuhkan sifat empatinya kepada sesama, dimulai dari hal sederhana seperti berbagi dengan teman, menyayangi adiknya dan membantu Ibu dirumah,” ujar Putri.
© Dream
Sayangnya di masa golden age buah hatinya, kondisi dunia sedang tidak baik karena pandemi, akhirnya anak-anak mengalami minimya interaksi anak dengan teman sebayanya.

“ Karena itu aku selalu berusaha mencari inspirasi yang dapat merangsang stimulasi melalui cara kreatif baru dan menarik untuk mendukung tumbuh kembang dan empati anak secara optimal walaupun di saat pandemi,” ujar Putri.
Melatih empati anak, Putri biasanya melakukan aktivitas sehari-hari dengan meminta tolong si kecil saat memasak. Ia meminta sang putra untuk membantunya melakukan hal simpel seperti mengocok telur. Setelah meminta bantuan, tak lupa ibu dua anak ini memberikan apresiasi dengan memuji anak.
© Dream
Berbuat baik ternyata memiliki dampak yang positif terhadap tumbuh kembang anak. Hal-hal positif pada diri anak akan tumbuh dan menjadi modal besarnya di masa depan.

“ Berbuat baik dapat menumbuhkan rasa bahagia dan percaya diri dalam diri anak, seperti anak merasa dibutuhkan dan dihargai, anak terlatih untuk berpikir secara objektif terhadap kondisi orang lain dan dirinya serta terlatih untuk menumbuhkan empati, yang dapat menjadi modal dasar di masa depan kelak,” kataPsikolog Anak dan Keluarga, Samanta Elsener pada kesempatan yang sama.
Mendukung pertumbuhan anak-anak Indonesia agar menjadi anak-anak yang tidak hanya aktif, sehat dan pandai, tetapi juga memiliki kebaikan hati dan jiwa sosial yang tinggi, Bebelac meluncurkan sebuah inisiatif yaitu melalui kegiatan Gerakan Anak Hebat Berbagi Kebaikan.
Bermitra dengan Kitabisa untuk tahun ke-dua, melalui kegiatan Gerakan Anak Hebat Berbagi Kebaikan, Bebelac akan berbagi kebaikan dengan menyisihkan sebagian hasil keuntungan penjualan produk Bebelac Gum(Bebelac 3/4/5) selama Ramadhan yang akan diubah menjadi paket bingkisan dan didistribusikan ke ratusan panti asuhan yang tersebar di berbagai provinsi di seluruh Indonesia.
“ Kami berharap kegiatan Gerakan Anak Hebat Berbagi Kebaikan di bulan Ramadhan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak Indonesia untuk dapat hidup sehat dan bahagia," ujar Marketing Manager Bebelac, Anissa Permatadhieta Ardiellaputri pada kesempatan yang sama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya