Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Max Dan Sang Ibu, Nyoman (Foto: Instagram @nyomiez)
Dream - Max, putra dari Nyoman Sakyarsih sudah naik gunung sejak usia 5 bulan. Sang ibu memang sangat suka mendaki. Ia kerap membawa Max saat menjelajah berbagai gunung di Indonesia.
Rupanya sejak kecil Max menjalani terapi tumbuh kembang. Nyoman bercerita di akun Instagramnya kalau dokter baru saja mendiagnosis Max memiliki spektrum autisme. Vonis tersebut tak lantas membuat membuat kegemaran mereka berdua naik gunung terhenti.
" Hai kakak akhirnya max sampai ke puncak gunung ciremai 3078mdpl tgl 21 juli 2018. Ini puncak ke31 perjalanan max dengan mom sejak usia 5 bulan tapi dulu max selalu digendong . Jalan sendiri pertama kali di gunung rinjani umur 1th9bulan tapi setelah itu masih digendong juga sih," cerita Nyoman soal petualangnya dengan sang anak di akun Instagram @nyomiez.
Justru, menurut Nyoman, dengan naik gunung sang putra belajar banyak hal. Max jadi lebih fokus, berhati-hati, dan mampu mencapai puncak gunung Ciremai di usianya yang masih 5,5 tahun dengan berjalan sendiri.
" Dengan diagnosa autis mommy juga ga mau nyerah karena walaupun Max belum bisa bicara dan selalu lebih susah diam dibanding anak normal tapi Max selalu menunggu kapan perjalanan kami berikutnya. Naik gunung membantu Max supaya lebih fokus pada rute perjalanan, waktu dan cara melangkah mendaki maupun turun supaya tidak terpeleset, manajemen food and water, dan tentunya tidak bisa bermanja lagi minta gendong. Hasilnya sekarang Max luarbiasa stabil dalam perjalanan," ungkap Nyoman.
Selama mendaki gunung Ciremai, ibu dan anak ini menghabiskan 3 hari 2 malam. Sebetulnya bisa ditempuh dalam 1 malam, tapi perjalanan kali ini sangat mengikuti kondisi dan mood Max, mengingat ia berjalan sendiri dan tidak digendong.
Semangat ibu dan anak untuk ini patut diacungi jempol. Kondisi ekstrem saat naik gunung ternyata bisa dihadapi Max dengan baik. Keren, Max!