Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Raya Kowloon Hong Kong (HKTB)
Dream - Saat ini, umat Islam di seluruh penjuru dunia tengah menjalani Bulan Suci Ramadan. Kegiatan ibadah ditingkatkan, terutama dengan menjalankan puasa wajib.
Demikian halnya dengan komunitas Muslim di Hong Kong. Ramadan ini menjadi kali kedua mereka merayakan puasa di tengah pandemi Covid-19.
Hong Kong memiliki banyak pilihan tempat makan dan toko halal. Juga ada lima masjid besar yaitu Masjid Kowloon, Masjid Al Ammar, Masjid Jamie, Masjid Chai Wan dan Masjid Stanley serta sejumlah mushola di berbagai tempat.
Imam Besar Hong Kong, Muhammad Arshad, mengatakan situasi Ramadan di Hong Kong terasa berbeda sejak pandemi Covid-19 melanda. Tahun lalu, masjid ditutup sekitar setengah bulan Ramadan dan setelahnya dibuka namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Imam Besar Hong Kong di Masjid Kowloon, Muhammad Arshad
" Ramadan tahun lalu dan tahun ini memang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Arshad.
Arshad menerangkan komunitas muslim Hong Kong masih melaksanakan sholat Tarawih di dalam masjid dengan protokol kesehatan yang ketat termasuk menjaga jarak. Kegiatan buka puasa di mana jemaah selalu membawa makanan untuk dibagikan juga ditiadakan.
" Sebelum pandemi melanda, di Masjid Raya Kowloon, setiap malamnya, sholat tarawih biasanya akan diikuti sekitar 1.500 sampai 2.000 jemaah. Namun saat ini, kami hanya melaksanakannya bersama staf masjid," ucap Arshad.
© Mr Ma, pemilik restoran China halal Ma's Restaurant
Pandemi juga memengaruhi restoran halal di Hong Kong dan mengubah strategi bisnis restoran selama Ramadan. Seperti dialami Ma's Restaurant, restoran China halal yang populer di kalangan Muslim yang menyajikan kelezatan mie daging sapi ala Shanghai, Sup Goulash Daging Sapi Muda, dan berbagai pilihan dimsum.
Sebelum pandemi melanda, para pelanggan harus melakukan reservasi tempat dan memesan makanan berbuka puasa terlebih dahulu. Karena diberlakukan pembatasan pergerakan, kebanyakan orang merasa lebih aman untuk bersantap di rumah.
" Saat ini, kami mulai lebih fokus pada pengiriman menggunakan operator dan juga pengambilan sendiri oleh pelanggan, karena mereka merasa lebih nyaman saat makan di rumah mereka sendiri," ujar pemilik Ma's Restaurant, Mr, Ma.
Salah satu pelanggan Ma's Restaurant adalah Imam Baihaqi, seorang warga Indonesia yang bekerja di Dompet Dhuafa Hong Kong. Menurut Imam, banyak cerita menarik terjadi selama puasa Hong Kong.
" Sebelum pandemi Covid-19, salah satu tradisi kami adalah mengadakan program kampanye untuk berbagi dengan komunitas non-Muslim tentang Ramadan dan praktik puasa," kata Imam.
© Imam Baihaqi, pengurus Dompet Dhuafa Hong Kong
Biasanya, Dompet Dhuafa Hong Kong menggelar acara buka puasa dan Tarawih dengan mengundang beberapa ustaz dan ustadzah dari Indonesia. Selain itu, juga menggelar sholat Idul Fitri di taman-taman besar di Hong Kong.
Imam bersama keluarganya sudah tinggal di Hong Kong lebih dari dua tahun. Dia mengelola Dompet Dhuafa Hong Kong pada Januari 2019.
Bagi Imam, kepindahannya ke Hong Kong merupakan kesempatan untuk melihat dunia dan menjangkau sesama Muslim Indonesia yang bermukim di Hong Kong. Selain itu, Hong Kong bagaikan sebuah bejana, di mana dia bisa melihat dan merasakan budaya yang berbeda.
Imam juga melihat masyarakat Hong Kong sangat terbuka akan agama dan budaya lain. Imam juga sangat mengapresiasi betapa dinamisnya sekolah di Hong Kong.
Anak perempuan tertuanya yang sudah masuk SD juga berbagi hal yang sama. Dia diberi kebebasan untuk shalat di sekolah oleh para guru.
" Beberapa teman sekolahnya penasaran dengan doanya. Dia kemudian memberikan penjelasan dan mereka memahami serta menghormati rutinitasnya," jelas Imam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya