Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Tampaknya banyak etnis Tionghoa yang tinggal di luar China akan dapat mengajukan visa yang berlaku dengan masa tinggal jauh lebih lama dari sekarang, karena negara tersebut mencoba menarik orang Tionghoa perantauan untuk tinggal dan melakukan bisnis di sana.
Setelah perubahan berlaku pada peraturan visa, orang asing asal China akan dapat mengajukan visa yang berlaku untuk beberapa entri dalam jangka waktu lima tahun, naik dari satu tahun sebelumnya.
Perubahan juga akan melihat masa berlaku izin tinggal untuk orang asing ini.
Kementerian Keamanan Publik China mengumumkan perubahan ini pekan lalu, dan mengatakan langkah tersebut dimaksudkan agar lebih mudah bagi orang asing untuk " pulang ke rumah" demi mengunjungi keluarga, melakukan bisnis dan menjalankan tugas pribadi.
Orang asing asal China merujuk pada seorang mantan warga China yang telah mendapatkan kewarganegaraan asing, atau mantan warga China, menurut definisi resmi China, dilaporkan South China Morning Post.
Individu semacam itu perlu memiliki satu orangtua, nenek moyang atau leluhur yang adalah atau merupakan warga negara China.
Perubahan tersebut akan dilakukan dalam bentuk salinan dokumen asli yang dikeluarkan oleh China, seperti salinan paspor China atau kartu identitas mereka atau identitas dari keluarga mereka.
Dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah luar negeri yang mensahkan etnis Tionghoa mereka juga dapat diajukan, namun dokumen tersebut akan dinilai oleh Kedutaan Besar China atau konsulat di negara asal, menurut Kantor Urusan Luar Negeri China di Shanghai.
Menurut China Daily News, Qu Yunhai, Direktur Biro Administrasi Departemen Keamanan Publik mengatakan pekan lalu bahwa langkah tersebut merupakan upgrade dari langkah serupa yang dikeluarkan dalam beberapa tahun terakhir untuk mendorong orang Tionghoa perantauan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi China.
" Aturan tersebut telah memainkan peran positif dalam melayani pembangunan sosial dan ekonomi China dan menarik talenta dengan semangat inovatif dan kewirausahaan," katanya.
Charlie Li, yang pindah dari China dan menjadi warga negara Singapura 20 tahun yang lalu, merasa bahwa perubahan visa akan berguna bagi mantan warga China.
" Saya memiliki kakek-nenek di Shanghai, dan ini akan mempermudah saya untuk merawat kakek dan nenek saya ketika mereka bertambah tua," kata analis bank berusia 29 tahun itu.
(Sumber: straitstimes.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya