Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aveda Resort And Spa (Facebook/ The Australian)
Dream – Pandemi Covid-19 memaksa berbagai sektor industri bertahan dengan cara tak biasa. Terutama pada sektor pariwisata.
Pelaku industri pariwisata, khususnya penginapan, harus memutar otak agar tetap memiliki pemasukan. Ide senyeleneh apapun diterapkan, asal dapat duit.
Sperti dilakukan pemilik sebuah resor mewah di India. Dia mengubah kolam renang mewah menjadi tempat memelihara ikan.
Aveda Resort dan Spa di Kumarakom, India, terpaksa harus menghentikan operasi resor mewah mereka sejak bulan Maret lalu. Hal ini merupakan dampak dari pembatasan wilayah yang terjadi di sebagian besar negara.
Sejak saat itu, resor mewah tersebut belum dapat beroperasi seperti sedia kala. Selama itu pula, pihak manajemen mulai memikirkan bagaimana cara untuk tetap dapat membayar tagihan dan membayar gaji karyawan yang terdampak hingga pariwisata dapat kembali beroperasi.
© Aveda Resort and Spa (Foto: Youtube/CGTN)
Di tengah keputusasaan itu, muncullah ide untuk mengubah kolam renang mewah mereka menjadi kolam ikan. Kolam renang yang mampu menampung hingga 7.5 juta liter air pun kini telah dipenuhi oleh ikan-ikan yang siap dipanen.
“ Kami tidak memiliki pendapatan. Hingga pada bulan Juni kami memutuskan untuk melepaskan sekitar 16.000 ikan bintik mutiara yang berusia 2 bulan ke kolam renang,” ungkap manajer umum Aveda, Jyotish Surendran.
“ Kami berencana memanen ikan-ikan tersebut pada bulan November mendatang dan akan mengekspornya ke Timur Tengah,” lanjutnya kembali.
Surendran memperkirakan Aveda akan dapat memanen sekitar 4 juta ton ikan bintik mutiara. Rencananya akan dijual dengan kisaran harga US$40 ribu atau sekitar Rp560 juta.
Harga tersebut nyatanya masih belum cukup untuk menutupi kerugian yang dialami sejak adanya pandemi Covid-19. Tetapi setidaknya pekerjaan baru itu akan membuat karyawan memiliki kesibukan lain sekaligus membantu membayar tagihan untuk pemeliharaan resor.
“ Kolam ini memiliki panjang 150 meter dan lebar 50 meter. Dengan kedalaman yang ideal untuk melakukan budidaya ikan. Kami memulai budidaya ikan pada 1 Juni lalu. Dan memberikan kami cukup waktu untuk panen hingga menjelang Natal,” tambah Surendran.
© Ilustrasi Ikan (Foto: Pixabay)
Ia juga menambahkan mereka sebelumnya telah berkonsultasi terkait jenis ikan apa yang cocok untuk dimasukkan ke dalam kolam renang. Akhirnya mereka memilih ikan bintik mutiara karena merupakan ikan endemik di kawasan ini.
Sekarang mereka telah fokus untuk melakukan budidaya ikan. Bahkan staf hotel tidak berniat melepaskan pekerjaan ini meskipun pariwisata telah kembali normal.
Pihak manajemen Avada Resort and Spa pun berencana untuk mealanjutkan budidaya ikan tersebut ke beberapa lokasi lain didekatnya.
(Sumber: odditycentral.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya