4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Ilustrasi Obat Dexamethasone Yang Ampuh Sembuhkan Pasien Covid-19 (Foto: Indianexpress.com)
Dream – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyambut kabar baik dari hasil uji klinis awal Inggris yang menunjukkan Dexamethasone dapat menyembuhkan pasien kritis dari Covid-19.
WHO menyebut Dexamethasone terbukti dapat mengurangi kematian pasien Covid-19 dengan kondisi parah. Sementara pengamatan pada pasien dengan gejala ringan belum dilakukan pengamatan.
Dexamethasone adalah obat yang selama ini digunakan untuk mengatasi peadangan, reaksi alergi, dan penyakit autorium. Hasil uji coba menunjukan dexamethasone dapat mengurangi tingkat kematian akibat Covid-19 hingga sepertiga pada kasus-kasus serius.

Ilmuwan menyebutkan bahwa temuan ini merupakan terobosan besar yang menunjukkan bahwa obat dexamethasone harus segera menjadi perawatan standar pada pasien.
Dalam waktu dekat, WHO juga akan merilis panduan klinis untuk menjelaskan bagaimana dan kapan obat ini harus digunakan dalam penanganan Covid-19.
Direktur Jenderal WHO, dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan, penemuan ini adalah pengobatan pertama yang menunjukkan dapat mengurangi angka kematian pada pasien Covid-19 yang membutuhkan alat bantu oksigen dan ventilator.
“ Selamat kepada pemerintah Inggris, Universitas Oxford, dan rumah sakit di Inggris yang telah berkonstribusi pada terobosan ilmiah yang apat menyelamatkan jiwa ini,” ucap dr Tedros Adhanom.
Selain itu, seorang professor Oxford University, Martin Landray juga mengatakan hal yang sama.
“ Hasilnya menunjukkan bahwa pasien yang mengidap Covid-19 dan menggunakan ventilator atau oksigen, lalu diberi dexamethasone itu akan menyelamatkan nyawa, dan biaya pun juga sangat rendah,” tuturnya.

Penelitian ini diujicoba dengan membandingkan hasil ari 2.100 pasien yang mendapat dexamethasone, dengan 4.300 lainnya yang mendapat perawatan dari obat lain. Pasien-pasien itu pun dipilih secara acak.
Hasil dari penelitian itu adalah, satu kematian bisa dicegah dengan pengobatan dexamethasone di antara setiap delapan pasien Covid-19 yang menggunakan ventilator. Satu kematian bisa dicegah di antara 25 pasien Covid-19 yang menerima obat dan menggunakan oksigen.
Peneliti utama, Peter Horby, mengatakan, dexamethasone adalah satu-satunya obat yang sejauh ini tebrukti mengurangi angka kematian.
“ Ini adalah satu-satunya obat yang sejauh ini tebrukti mengurangi angka kematian dan menguranginya secara signifikan,” ucap Peter Horby, peneliti utama riset uji coba obat Covid-19 di Inggris ini.
Ia menambahkan, dexamethasone ini tidak mahal, bahkan tersedia dan dapat segera menyelamatkan nyawa di seluruh dunia.

Akan tetapi, bagi para pasien Covid-19 yang tidak memerlukan alat bantu pernapasan, tidak ditemukan manfaat dari pengobatan dexamethasone. Peter Horby menegaskan manfaat obat Dexamethasone ini hanyalah untuk mempertahankan hidup pasien Covid-19 yang memerlukan perawatan oksigen.
“ Dexamethasone sekarang harus menjadi standar perawatan pasien Covid-19,” tegasnya.
Diketahui sebelumnya, virus corona Covid-19 ini telah berhasil menjangkiti lebih dari 8 juta orang di seluruh dunia. Sebanyak 400 ribu lebih orang meninggal dunia akibat virus corona Covid-19.
Kabar ditemukannya fungsi obat dexamethasone untuk Covid-19 itu tentu saja menjadi kabar baik bagi dunia, termasuk Indonesia yang masih memiliki kurva kasus positif Covid-19 yang terus meningkat. Semoga obat ini bisa membantu mengurangi angka kematian di Indonesia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
