Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Wayne Kash)
Dream - Biasanya, wanita menggunakan riasan untuk mempercantik diri. Tetapi, hal itu tampaknya bukan sekadar tujuan dari Wayne Kash, seorang makeup artist asal Detroit, Michigan, Amerika Serikat.
Belum lama ini, Kash mengunggah foto before-after riasan wajah seorang pelanggannya. Di foto itu, seorang perempuan tampak memiliki lebam di sekitar matanya.
Wanita itu meminta Kash untuk menutupi lebam tersebut dengan riasan yang luar biasa sempurna. Alhasil, luka lebam itu tak terlihat di wajahnya.

Dalam laporan Rifinery29, awalnya foto tersebut mengundang komentar miring dari warganet. Tetapi akhirnya, sang klien yang bernama Troi membuat klarifikasi sebelum periasnya dirundung di dunia maya.
© Dream
"Kalau kamu tak memiliki atau tidak tinggal satu rumah dengan orang yang mengalami gangguan psikisnya, kamu tidak akan paham mengenai foto luka pada wajahku ini," tulis Troi yang mengunggah kembali foto viralnya.
"Saudara lelakiku menderita gangguan jiwa yang serius, yakni Schizoaffective Disorder, dan kebetulan saat itu aku sedang berada di dekatnya ketika ia sedang mengamuk," ucap Troi melanjutkan.
Ia benar-benar kaget, karena sebelumnya saudara laki-lakinya itu tak pernah melayangkan pukulan sekalipun. Sialnya lagi, insiden tersebut terjadi dalam waktu dua hari sebelum pesta ulang tahunnya yang ke 21, sehingga Troi sempat merasa putus asa.
"Aku menangis selama dua hari dan membatalkan pesta ulang tahunku. Aku merasa jelek, malu, sakit, dan aku yakin orang akan berpikir bahwa aku disiksa," ujar dia.

"Aku hanya ingin tampil cantik di pesta ulang tahunku yang ke-21, dan penata rias Wayne Kash mengabulkan permintaanku. Aku sangat berterima kasih untuk hal itu."
© Dream
Awalnya, Troi, yang juga merupakan seorang petinju, memberitahu Kash lukanya didapati dari perkelahian di ring tinju. Saat itu, Kash bahkan merasa terkejut.
"Aku tidak dapat membayangkan berapa banyak keberanian yang dimilikinya untuk dapat menceritakan kisah asli di balik lukanya," Kash menulis lewat Instagram.
"Kita belum menganggap serius masalah penyakit psikis, terutama di kalangan komunitas orang Afrika Amerika. Untuk itu, aku memuji keberaniannya dan aku mendukungnya selagi ia tetap lanjut untuk hidup sehat dan bahagia," tulis Kash melanjutkan.
Mungkin, kita tidak bisa menghilangkan penyakit psikis, namun kita dapat membasmi stigmanya. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan membicarakannya.
Tindakan Troi untuk menyebarkan kepada publik mengenai kehidupan pribadinya merupakan sebuah kemajuan yang membantu kita untuk terus berkembang.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking