Pertamakali dalam Sejarah, Disneyland Seluruh Dunia Ditutup

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 17 Maret 2020 10:41
Pertamakali dalam Sejarah, Disneyland Seluruh Dunia Ditutup
Mulai 15 Maret 2020 sampai akhir bulan.

Dream – Walt Disneyland dan taman hiburan di Asia, Eropa serta Amerika Utara telah ditutup sementara. Tentu saja, penutupan taman hiburan ini disebabkan oleh pandemi covid-19.

Virus corona telah menjadi bencana besar bagi industri pariwisata. Hingga saat ini, belum ada orang yang terinfeksi di taman hiburan.

Dilansir dari Miss Kyra, Disneyland ditutup sementara hingga akhir Maret untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

“ Dengan berat hati dan memerhatikan kenyamanan pengunjung maupun pegawai, kami memutuskan untuk menutup taman hiburan Walt Disney World Resort di Florida dan Disneyland Paris Resort, mulai Minggu, 15 Maret sampai akhir bulan,” kata juru bicara Disney.

 Disneyland Paris© Shutterstock.com

Selain di Florida dan Paris, Disneyland California, Disney Cruise Line serta taman hiburan yang dinaungi oleh perusahaan tersebut juga ditutup.

Mereka juga menegaskan bahwa karyawan dan kru Disneyland tetap akan mendapatkan gaji selama taman hiburan ditutup.

Karyawan ESPN, Walt Disney Studios dan usaha lainnya diminta untuk bekerja dari rumah agar lebih aman. Penutupan Disneyland merupakan tanda seriusnya dampak pandemic covid-19.

Ini merupakan kali pertama dari sejarah Walt Disney bahwa mereka harus menutup semua taman hiburan secara serempak untuk waktu cukup lama.

Mereka pernah menutup taman hiburan saat tragedi pembunuhan John F Kennedy tanggal 25 November 1963, gempa bumi Northridge pada tahun 1994, badai Floyd tahun 1999, serangan 9/11 tanggal 11 September 2001 serta situasi badai lainnya.

Terlepas dari penutupan taman hiburan, mereka akan memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung serta menerapkan sejumlah peraturan untuk mencegah virus corona.

1 dari 6 halaman

17 Destinasi Wisata Jakarta yang Ditutup Akibat Corona

Dream - Pemprov DKI melakukan penutupan belasan tempat wisata di Jakarta, selama dua minggu akibat wabah virus corona.

" Semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI Jakarta akan ditutup selama dua minggu ke depan. Transportasi umum tetap berjalan. HBKB atau CFD ditiadakan dua minggu ke depan," ujar Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta dilansir dari Merdeka.com, Jumat 13 Maret 2020.

Penutupan destinasi wisata dan car free day ini dilaksanakan untuk meminimalkan kegiatan masyarakat di ruang terbuka, sehingga penyebaran virus tidak akan terjadi secara masif.

Berikut daftar destinasi wisata yang ditutup sementara untuk pembersihan area menggunakan disinfektan.

1. Kawasan Monas
2. Ancol
3. Kawasan Kota Tua
4. TM Ragunan
5. Anjungan DKI
6. Taman Ismail Marzuki
7. PBB Setu Babakan
8. Rumah Si Pitung
9. Pulau Onrust
10. Museum Sejarah Jakarta
11. Museum Prasasti
12. Museum MH. Thamrin
13. Museum Seni Rupa dan Keramik
14. Museum Tekstil
15. Museum Wayang
16. Museum Bahari
17. Museum Joang 45

Meski begitu, sarana dan prasarana umum tetap beroperasi seperti biasa. " Kita sudah menyiapkan protokol untuk acara-acara di perkantoran, perumahan, kegiatan-kegiatan ibadah keagamaan, kami siapkan. Akan kami siarkan kepada seluruh masyarakat," imbuh Anies.

2 dari 6 halaman

Anies Ungkap Peta Sebaran Virus Corona di Jakarta

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memaparkan peta sebaran Corona di wilayahnya. Tercatat kasus terkait corona sudah ada di hampir semua kecamatan di ibu kota.

" Kasus-kasus yang sekarang diperiksa, Covid-19, sebaran cukup luas, beberapa hari yang lalu di wilayah selatan, hari ini sudah menyebar di semua tempat, kita tidak punya cukup waktu untuk menunggu, kita memiliki kewajiban untuk melindungi semua," kata Anies dalam jumpa pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat 13 Maret 2020.

Menurutnya Anies, penting sekali untuk bergerak cepat. Transparansi, kata dia, harus ada sehingga perlindungan bisa dilakukan.

" Tanpa kecepatan dan tanpa transparansi, kita sulit untuk bisa mencegah terjadinya penularan," ujar dia.

Anies kemudian menunjukkan slide paparan sebaran kasus positif corona di Jakarta. Data statistik itu menunjukkan kawasan Jakarta Selatan paling banyak titiknya.

" Penularan yang tercepat adalah lewat kontak, karena itulah kalau lihat statistiknya, terjadinya kontak itu membuat potensi tertular meningkat 38 kali, lebih tinggi daripada tidak melakukan kontak langsung," tutur Anies.

3 dari 6 halaman

Ini Petanya

   Peta Sebaran Corona di DKI Jakarta© Dokumentasi Pemprov DKI via Liputan6.com

Sesuai slide paparan itu, terlihat sebaran virus corona ada di wilayah Cilandak, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, hingga Jagakarsa.

Anies meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta untuk memprioritaskan kegiatan di rumah dan lingkungan sekitar dan mengurangi kegiatan di tempat-tempat yang ramai.

" Sebisa mungkin membatasi interaksi dengan kerumunan dan orang orang banyak. Tapi sebisa mungkin berkegiatan secara terbatas. Ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terburuk penularan,"

Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti

4 dari 6 halaman

Pasien Balita Positif Corona di Indonesia Tertular dari Orang Tua

Dream - Juru Bicara Pemerintah untuk Pencegahan Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan terdapat dua pasien positif virus corona baru, Covid-19, berusia di bawah lima tahun (Balita) dari 69 kasus baru.

Kedua pasien cilik itu berusia 3 tahun dan 2 tahun. Dua pasien tersebut diidentifikasi dengan Kasus-49 dan Kasus-54.

Yurianto mengatakan dua pasien cilik positif virus corona baru tersebut didapat dari hasil tracing atau pelacakan kontak. Keduanya tertular dari orangtua masing-masing.

" Umur 3 tahun, 2 tahun itu bagian dari tracing, orangtuanya yang sakit anaknya yang kena," ujar Yurianto, Jumat 13 Maret 2020.

Menurut Yurianto, dua pasien ini masuk dalam daftar kasus baru. Sehingga, jumlah kasus mengalami peningkatan dari sebelumnya 34 menjadi 69.

Dia juga mengatakan contact tracing penting dilakukan untuk dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona. Lewat metode tersebut, identifikasi dapat dilakukan untuk selanjutnya menjalankan isolasi.

" (Supaya) tidak jadi sumber penyebaran di masyarakat," kata Yurianto

5 dari 6 halaman

Pasien Positif Corona di Indonesia Menjadi 69 Orang, 2 di Antaranya Balita

Dream - Juru bicara pemerintah penanganan wabah virus corona, Achmad Yurianto membagikan data baru 35 pasien positif virus corona. Total warga di Indonesia yang terkonfirmasi positif terjangkit virus Covid-19 hingga petang ini menjadi 69 kasus.  

Dari jumlah tersebut, tiga pasien dinyatakan telah meninggal dunia. Dua pasien yang meninggal yaitu pasien nomor 35 dan 36. keduanya merupakan pasien di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof dr Sulianti Saroso.

" Dua-duanya di RSPI (Sulianti Saroso)" kata Achmad, dalam tayangan Kompas TV, Jumat, 13 Maret 2020.

Achmad mengatakan, pasien nomor 35 masuk ke RSPI Sulianti Saroso dengan kondisi menggunakan ventilator. Kondisinya terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia.

Saat ini, kata dia, Dinas Kesehatan sedang melakukan pelacakan terhadap orang yang berinteraksi dengan pasien nomor 35.

Kondisi yang mirip juga terjadi pada pasien nomor 36. Perempuan 37 tahun itu masuk ke rumah sakit dengan menggunakan ventilator.  

" Dia mengalami perburukan dengan cepat, kemudian meninggal, setelah pemeriksaan spesimen hasilnya positif," ucap Achmad.

6 dari 6 halaman

Berikut Daftar 33 Kasus

Berikut daftar 33 kasus baru positif mengidap Covid-19.

37. Laki-laki, 37 tahun, sakit ringan sedang.

38. Perempuan, 80 tahun, kondisi sakit sedang berat, stabil tidak menggunakan ventilator.

39. Laki-laki, 54 tahun, kondisi sakit ringan sedang.

40. Perempuan, 46 tahun, kondisi tampak sakit, ringan sedang.

41. Laki-laki, umur 40 tahun, kondisi sakit ringan sedang.

42. Laki-laki, 66 tahun, kondisi sakit, ringan sedang

43. Laki-laki, 34 tahun, kondisi sakit, ringan sedang.

44. Laki-laki, 57 tahun, kondisi sakit, ringan sedang.

45. Perempuan, 29 tahun, kondisi sakit, ringan sedang.

46. Laki-laki 30 tahun, kondisi sakit, ringan sedang.

47. Laki-laki, 61 tahun, kondisi sakit, ringan sedang.

48. Laki-laki, 35 tahun, kondisi sakit, ringan sakit.

49. Laki-laki, 3 tahun kondisi sakit ringan sedang.

50. Laki-laki, 59 tahun, mengalami perburukan dari kemarin dan kemudian meninggal, positif Covid- 19.

51. Laki-laki, 60 tahun, tampak sakit sedang.

52. Perempuan, 59 tahun, tampak sakit ringan sedang.

53. Perempuan 24 tahun, tampak sakit ringan sedang.

54. Laki-laki, 2 tahun, tampak sakit sedang.

55. Perempuan, 26 tahun, tampak sakit, ringan sedang.

56. Laki-laki, 58 tahun, tampak sakit ringan sedang.

57. Perempuan, 27 tahun, tampak sakit, ringan sedang.

58. Laki-laki, 51 tahun, tampak sakit ringan sedang

59. Laki-laki, 63 tahun, tampak sakit ringan sedang

60. Perempuan, 25 tahun tnampak sakit ringan sedang.

61. Perempuan, 58 tahun, tampak sakit sedang.

62. Laki-laki, 51 tahun nampak sakit ringan sedang.

63. Laki-laki, 34 tahun tampak sakit ringan sedang.

64. Perempuan, 49 tahun, tampak sakit ringan sedang.

65. Laki-laki, 48 tahun, tampak sakit ringan sedang.

66. Laki-laki, 73 tahun, tampak sakit ringan sedang.

67. Perempuan, 35 tahun, tampak sakit ringan sedang.

68. Perempuan, 38 tahun, tampak sakit ringan sedang.

69. Perempuan, 80 tahun, tampak sakit sedang.

Beri Komentar