Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kerangka Yang Ditemukan Tim Arkeolog. (Yves Gleize/Plos One)
Dream - Tim arkeolog yang bekerja di wilayah selatan Perancis, berhasil menemukan tiga makam yang diyakini sebagai makam muslim tertua di Eropa. Ketiga makam tersebut diduga berasal dari abad kedelapan.
Kerangka di situs Nimes itu berasal dari abad pertengahan dan ditemukan tengah menghadap ke Mekah.
Menurut analisis genetik seperti ditulis dalam jurnal Plos One, kerangka dalam makam itu menunjukkan garis keturunan paternal yang berasal dari Afrika Utara.
Selanjutnya, menurut penanggalan radiokarbon, kerangka kemungkinan berasal dari abad ketujuh sampai kesembilan. Ini berarti mereka berasal dari penaklukan Muslim di Eropa selama periode itu.
" Mengingat semua data ini, kami mengusulkan bahwa kerangka di makam Nimes ini milik suku Berber yang menjadi tentara Bani Umayyah selama ekspansi Muslim di Afrika Utara," kata studi tersebut.
Temuan ini menambah referensi pengetahuan baru tentang era Muslim di Eropa. Sebelumnya hanya terbatas pada buku-buku sejarah dan catatan langka data arkeologi.
" Kami tahu bahwa umat Islam datang ke Perancis pada abad kedelapan tapi sampai sekarang kami tidak memiliki bukti fisik perjalanan mereka," kata Yves Gleize, seorang antropolog di National Institute for Preventive Archaeological Research Perancis dan penulis utama studi tersebut, kepada AFP.
Makam pertama kali ditemukan pada tahun 2006 di dekat jalan utama Nimes. Bermula dari aktivitas para buruh bangunan yang menggali garasi parkir bawah tanah.
Setelah diteliti lebih dalam, temuan itu menunjukkan bahwa orang-orang yang dimakamkan diletakkan dengan menghadapi ke sisi yang sama, ke arah Mekah. Pemakaman seperti ini merupakan ciri pemakaman Muslim.
Satu kerangka diperkirakan berusia 20 tahunan saat meninggal. Sedangkan yang lain berkisar di usia 30-an tahun dan ketiga berusia lebih dari 50 tahun. Pada tulang mereka tidak ditemukan tanda-tanda cedera dalam pertempuran.
Makam Muslim lain juga telah ditemukan di Marseimulle, tetapi diperkirakan berasal dari abad ke-13. Sementara makam Muslim yang ditemukan di Montpellier diperkirakan berasal dari abad ke-12.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya