Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Masalah kesuburan bagi perempuan yang merencanakan kehamilan kerap membuat khawatir. Salah satu yang sangat berpengaruh pada kesuburan adalah usia. Tak dipungkiri, semakin bertambahnya usia membuat level kesuburan perempuan menurun.
Bagi Sahabat Dream dan pasangan yang tengah menjalani program hamil, mungkin penasaran apakah usia saat ini sedang berada di puncak kesuburan atau tidak. Dokter Shanty Olivia Jasirwan, Sp.OG-KFER dari RS Pondok Indah IVF, dalam program #DreamTestPack memberikan penjelasan.
" Seorang perempuan memiliki potensi kesuburan paling tinggi pada usia 20an hingga awal 30 tahun, karena pada usia tersebut mereka memiliki kuantitas maupun kualitas sel telur yang terbaik selain itu, angka kehamilan yang berisiko juga paling rendah pada usia tersebut," ujar dr. Shanty.
Disarankan, bagi yang sedang berada di rentang usia tersebut, untuk melakukan hubungan seksual secara rutin. Pasangan suami istri juga sebaiknya memperbaiki gaya hidup dan memenuhi asupan nutrisi dengan baik agar kehamilan bisa terjadi.
Hal yang juga sangat penting adalah mengetahui masa subur. Berhubungan intim pada masa subur akan meningkatkan kemungkinan hamil lebih tinggi. Bagaimana cara menghitungnya?
" Cara menghitung masa subur yang paling simpel adalah, ketahui dulu siklus haid kita, teratur atau tidak. Jadi pola haidnya yaitu jarak antar hari pertama hai dan ke haid berikutnya yang terbilang normal adalah 24 sampai 38 hari," kata dr. Shanty.
© Dream
View this post on Instagram
Punya pertanyaan seputar kesuburan? Isi saja formulir ini, nantinya para dokter pakar kesuburan akan menjawab pertanyaan kamu di Instagram @Dreamcoid
© Dream
Dream - Menjalani program hamil memang bukan hanya harus menyiapkan kondisi fisik tapi juga psikis. Salah satu hal yang menghambat keberhasilan program hamil adalah level stres yang tinggi.
Bukan hanya pada calon ibu tapi juga calon ayah. Tak dipungkiri tubuh dan pikiran saling mempengaruhi. Saat level stres tinggi bisa berdampakn buruk pada kesuburan dan menghambat kehamilan. Hal ini disampaikan oleh dr. Aida Riyanti, Sp.OG, KFER, M.RepSc dari RSPI IVF Center dalam program #DreamTestPack
" Dari beberapa penelitian yang melihat bagaimana hubungan stres dengan berhasilnya program kehamilan menunjukkan bahwa memang terdapat hubungan antara level stres dengan berhasilnya dengan program kehamilan," kata dr. Aida.
Penelitian yang dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa jika enzim stres pada wanita cukup tinggi, dapat menunda terjadinya kehamilan sebanyak 30 persen. Hal ini jika dibandingkan dengan wanita dengan enzim stres yang rendah.
" Kita tahu saat stres hormon kortisol akan meningkat sehingga dapat mempengaruhi proses ovulasi yang dapat mempengaruhi sinyal dari otak ke indung telur," ungkap dr. Aida.
© Dream
View this post on Instagram
Punya pertanyaan seputar kesuburan? Isi saja formulir ini, nantinya para dokter pakar kesuburan akan menjawab pertanyaan kamu di Instagram @Dreamcoid
© Dream
Dream - Menjalani program hamil sangat butuh memperbaiki gaya hidup terutama pola makan. Bagi Sahabat Dream yang sedang berusaha mendapat buah hati mungkin sedang bingung asupan apa saja yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan.
Bagi yang suka hidangan laut atau seafood, apakah boleh menyantapnya saat program hamil? Dokter Aida Riyanti, Sp.OG, KFER, M.RepSc dari RSPI IVF Center, memberi penjelasan dalam program #DreamTestPack.
" Sebenarnya seafood merupakan sumber omega 3 yang sangat baik sehingga seafood baik untuk dikonsumsi saat kita program hamil, nantinya untuk perkembangan dari otak si janin, namun tentunya kita harus memikirkan seafood mana yang aman sehingga bebas dari merkuri," pesan dr. Aida.
Seperti kita tahu, hidangan laut sangat berisiko terpapar merkuri. Hidangan seperti ikan salmon atau tuna sebenarnya cukup aman dikonsumsi untuk mereka yang sedang program hamil. Pastikan saja hidangan laut tersebut aman.
© Dream
View this post on Instagram
Punya pertanyaan seputar kesuburan? Isi saja formulir ini, nantinya para dokter pakar kesuburan akan menjawab pertanyaan kamu di Instagram @Dreamcoid
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya