5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(Foto: Instagram Vivi Zubedi)
Dream - Busana hijab dan abaya menggemparkan panggung New York Fashion Week (NYFW) 2018 pada Kamis, 7 September 2017. Dua desainer hijab Indonesia, Dian Pelangi dan Vivi Zubedi menampilkan 14 looks dari setiap koleksinya masing-masing.
Ketika diwawancarai media asing, seperti laporan Arabnews, keduanya berharap melalui fashion dapat mengubah prasangka dunia Barat terhadap hijab.

" Kami tidak merasa tertekan, dan kami hanya ingin menunjukan kepada dunia bahwa kami (hijabers) tetap dapat tampil cantik dam stylish dengan hijab kami," ujar Dian Pelangi.
Dian sendiri merupakan salah satu dari lima desainer Indonesia dalam kategori couture ready to wear. Berkolaborasi dengan desainer aksesoris, Dian mempersembahkan koleksinya dalam acara " Indonesian Diversity" , yang dipamerkan pada hari pertama gelaran NYFW 2018. NYFW digelar mulai dari 7-13 September 2017.

Kedua desainer itu menyajikan rancangan busana yang secara khusus menonjolkan kemakmuran, modernisasi, dan religiusme wanita Muslim. Model yang berjalan di runway pun semuanya dibalut dengan hijab bergaya islami.
Koleksi elegan Dian Pelangi memakai perpaduan material yang warna-warni dari Indonesia, seperti batik cap dan tie dye, yang membalut para wanita dari kepala hingga rok panjang, celana lebar, jaket loose, dan bahan brokat.
Hijab yang dipakai untuk penutup kepala model menggunakan scarf dan aksesoris bergaya wanita bangsawan di zaman Medieval atau Renaisans Eropa.
Dian mengaku bahwa inspirasinya datang dari buku best seller 'Humans of New York' karya fotografer Amerika Branden Stanton yang mendokumentasikan keberagaman dari 8.5 juta manusia yang tinggal di kota.
Sedangkan Vivi tertarik memulai debutnya di New York Fashion Week,karena tergerak terhadap kebijakan Donald Trump yang melarang imigrasi rakyat Muslim dari beberapa negara-negara.
" Pak Presiden, saya cinta negara Anda dan saya juga cinta orang-orangnya, dan kami tidak akan melakukan hal buruk apapun kepada Anda dan orang-orang Anda. Kami semua adalah sama, ini perihal kemanusiaan," ucap desainer berusia 30 tahun itu.

Sedangkan tampilan busana milik Vivi terlihat lebih konservatif dengan mengeluarkan rancangan abaya modern. Didominasi warna hitam, seperti pakaian yang identik dengan perempuan Arab dan dipakai oleh sebagian wanita Muslim lainnya.
Vivi mengaku terinspirasi dari desain Mekkah, Madina, dan Janah, yang merupakan situs bersejarah umat Muslim pada abaya, beserta tulisan Arab dan kalimat 'All colors matter'.
Keberagaman adalah hal yang populer pada panggung musim ini, dimana para fashionista mengkritisi kebijakan Trump. Model dari berbagai ukuran tubuh dan warna kulit justru yuang justru semakin kuat ditonjolkan.
Kehadiran 5 desainer Indonesia mengubah kebiasaan pengunjung fashion week. Jika selama ini, barisan penonton selalu diramaikan dengan penonton berkulit putih maka kini diwarnai oleh hijabers. Bahkan, banyak juga para perempuan yang berkulit gelap, wanita latin dan para tamu dari berbagai negara-negara Asia dan Timur Tengah.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?