Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sebuah penelitian terbaru menunjukan bahwa film kartun yang menampilkan karakter bertubuh gendut, dapat mempengaruhi anak-anak menjadi lebih gemuk. Hal itu menyebabkan anak memakan junk food dalam jumlah yang lebih besar.
Seperti yang dikutip dari NYTimesHealth pada Rabu, 29 Juli 2015 bahwa penemuan ini menekankan bahayanya karakter tersebut untuk kesehatan anak-anak. Karakter kartun dalam buku cerita, televisi, video game dapat mempengaruhi perilaku mereka secara tidak terduga, terutama mengenai pola makan.
Para peneliti melakukan riset kepada 60 siswa kelas dua SMP . Mereka diminta untuk mengomentari gambar yang memperlihatkan tokoh kartun gemuk dan langsing.
Setelahnya, mereka diberi semangkuk permen dan diperbolehkan mengambil sesuai keingan mereka. Hasilnya, anak yang melihat kartun gemuk mengambil permen dua kali lebih banyak dibanding anak-anak yang melihat kartun langsing.
Pada penelitian yang berbeda, sebanyak 167 siswa SD diberi pengetahuan mengenai hidup sehat. Sebelum mereka diberikan sebuah buku cerita. Ternyata hal itu dapat menekan kebiasaan buruk, saat melihat tayangan kartun kesukaan mereka.
Setelah mengamati dua karakter kartun Gumby, yang bertubuh kurus dan gemuk. Kemudian mereka diberikan setoples kue coklat. Dari situ terlihat perbedaan jelas bahwa anak-anak yang sudah diberi pemahaman kesehatan, mengambil kue lebih sedikit.
Orang tua harus membiasakan anak-anaknya dengan gaya hidup yang sehat. Seperti misalnya, lebih baik tidur dibanding melihat televisi atau lebih baik minum susu dibanding soda. Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mencegah anak menonton tayangan yang salah.
Apalagi membiarkan mereka makan sambil nonton televisi. Keduanya harus dilakukan terpisah agar televisi tidak mempengaruhi pihan dan gaya hidup anak-anak. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya