Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi/ Foto: Shutterstock
Dream - Terjadinya kehamilan tentu bukan hanya dipengaruhi kesehatan reproduksi calon ibu saja, tapi juga calon ayah. Untuk itu jika menjalani program hamil, keduanya harus melakukan pemeriksaan.
Bagi calon ayah, ada pemeriksaan penting yaitu terkait kualitas sel sperma. Salah satu aspek pemeriksaannya adalah motilitas atau pergerakan sel sperma.
Pergerakan sperma lambat dapat menghambat program hamil.
Sperma yang sehat dapat bergerak maju dengan kecepatan minimal 25 mikrometer per detik. Sedangkan, sperma lambat didiagnosis ketika sperma yang bergerak efisien berjumlah kurang dari 32 persen. Bila gerakannya lambat cenderung sulit untuk mencapai dan membuah sel telur.
Lalu apa penyebab gerakan sel sperma lambat?
1. Suhu Testis Tinggi
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Reproductive Physiology and Disease menyimpulkan, suhu testis dapat memengaruhi pergerakan sperma. Studi tersebut dilakukan selama 3 bulan dan melibatkan 19 relawan pria yang sehat. Skrotum para partisipan terpapar suhu 40-43 derajat Celsius dalam 40 menit. Sesi studi dilakukan dua hari per minggu.
Melalui penelitian tersebut, diketahui temperatur tinggi mengurangi pergerakan sperma dari 71 persen menjadi 25 persen. Karenanya, hindari mandi atau berendam air panas terlalu lama, pemakaian celana ketat, dan meletakkan perangkat elektronik di paha dalam waktu lama.
2. Terlalu Sering Berhubungan Seksual
Peluang kehamilan dipercaya semakin besar jika sering melakukan hubungan seksual. Nyatanya, berhubungan seks terlalu sering justru bisa menyebabkan pergerakan sperma rendah. Sebagai pilihan, intensitas hubungan intim mungkin bisa dibatasi menjadi 1 kali tiap 2 atau 3 hari sekali.
3. Stres
Studi yang dipublikasikan jurnal Andrologia menyimpulkan, pria yang mengalami stres bisa memiliki pergerakan sperma lambat. Untuk itu, usahakan mengelola stres yang Anda rasakan. Coba lakukan teknik relaksasi yang membantu meredakan stres.
4. Paparan Logam
Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, paparan logam berat seperti timbal, tembaga, dan timah bisa memengaruhi kualitas sperma. American Society for Reproductive Medicine mengungkap, jumlah sperma tidak normal yang tinggi umumnya dikaitkan dengan permasalahan lain, seperti motilitas rendah.
Selengkapnya baca di sini.
Dream - Ketika ingin merencanakan kehamilan, pria harus memerhatikan jumlah sperma. Jumlah sperma menentukan kesuburan dan meningkatkan potensi kehamilan.
Namun, tidak semua pria memiliki jumlah sperma yang cukup untuk melakukan pembuahan. Apalagi, jika pasangan pria mengidap oligosperma yang menyebabkan rendahnya libido, disfungsi ereksi serta nyeri pada testis.
Lalu, bagaimana mengatasinya? Kamu bisa mengonsumsi beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan jumlah sperma. Dilansir dari Sehatq.com, berikut makanan yang bisa meningkatkan jumlah sperma.
Folat bisa memengaruhi kesehatan sperma. DNA sperma bisa rusak dan jumlahnya pun minim jika kadar folat melemah. Konsumsilah bayam, asparagus, kubis Brussel, jeruk maupun kacang-kacangan untuk meningkatkan kadar folat.
Makanan mengandung zinc
Jika ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma, konsumsilah makanan kaya zinc seperti kerang, daging merah, daging ayam, kacang-kacangan, lobster, kepiting atau susu.
Bentuk, ukuran dan pergerakan sperma bisa membaik dengan mengonsumsi vitamin B-12. Sehingga, kamu bisa meningkatkan kesuburan dengan mengonsumsi kerang, hati sapi, telur dan susu.
Makanan bervitamin C
Sama seperti B-12, vitamin C bisa memperbaiki bentuk, ukuran serta pergerakan sperma. Konsumsilah kiwi, jeruk, stroberi, paprika manis, susu, tomat, brokoli serta kentang untuk meningkatkan kesuburan.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya