Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Gunung Rinjani (Sumber: Cometolombok.com)
Dream - Kementerian Pariwisata bertekad menjadikan kawasan Gunung Rinjani sebagai Geopark Dunia. Keseriusan mereka terlihat mulai membuahkan hasil dengan adanya rencana dari Tim Asesor UNESCO untuk memulai serangkaian evaluasi dan penilaian langsung terhadap kelayakan gunung api tertinggi kedua di Indonesia itu.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya berharap rekomendasi tersebut dapat disetujui. Sehingga Gunung Rinjani dapat diberi gelar sebagai Geopark Dunia mulai September mendatang dalam kongres Geopark Dunia UNESCO di Inggris.
" Bagus! Kita harus berjuang untuk mensukseskan misi evaluasi itu. Golnya, Rinjani harus terdaftar menjadi Geopark Dunia yang diakui UNESCO. Maka akan ada atraksi baru di Lombok yang kelas dunia," kata Arief Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima Dream.co.id.
Ditetapkannya Lombok sebagai destinasi halal menjadi poin tambahan untuk menyasar wisatawan mancanegara asal Timur Tengah.
" Orang Timur Tengah paling suka dengan suasana hijau, pohon-pohon, daun yang lebat, hutan tropis, pemandangan air dan bahkan hujan di musim penghujan," terang Arief menambahkan.
Rinjani dianggap pantas menerima penghargaan Geopark Dunia karena menyimpan keanekaragaman hayati (biodiversity), keanekaragaman geologi (geodiversity), dan keanekaragaman budaya (culture diversity) yang masuk dalam kriteria penilaian.
General Manager Geopark Rinjani, H Chairul Mahsul menambahkan, selama tiga hari penilaian, setidaknya akan ada tiga titik yang didatangi Tim Asesor UNESCO. Tempat pertama yang akan didatangi adalah Pondok Pesantren Nurul Haramain di Narmada, terkait program konservasi yang merupakan bagian dari program 'Geopark Goes To School'.
Selanjutnya asesor akan memverifikasi dari dekat situs geosite Aik Berik di Lombok Tengah. Di tempat itu terdapat dua air terjun yakni Benang Stokel dan Benang Kelambu. Dan kemudian dilanjutkan ke Lembah Sembalun untuk melihat dari dekat bagaimana masyarakat mengelola dan mendapat manfaat dari Rinjani di sana.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
