Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Hadapi Anak, Curhatan 2 Perempuan Ini Viral di Facebook

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 16 November 2017 10:02
Hadapi Anak, Curhatan 2 Perempuan Ini Viral di Facebook
"Semua buku dan teori parenting yangg saya pelajari serasa buntu..."

Dream - Orangtua selalu akan mendapat ujian dari anak-anaknya, apa pun bentuknya. Mengasuh anak memang bukan cuma berdasarkan teori pengasuhan yang banyak tertulis di buku. 

Jauh lebih rumit dari teori saat harus berpraktek menghadapi polah dan karakter anak yang sangat unik.

Sebuah postingan soal 'keluhan' seorang perempuan yang masih lajang soal didikan orangtua terhadap anak viral di Facebook. Rembulan Indira dalam akun Facebooknya menulis curhatan,
soal sikap anak balit di transportasi umum yang tak bisa tenang dan sangat menganggu.

" Dear keluarga yang bawa anak usia balita naik transportasi umum, bisakah kalian mengajarkan ke anak kalian bahwa yang ditumpangi adalah transportasi umum, yang mana berarti setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan ketenangan dalam perjalanan?," tulisnya.

Rembulan yang mengungkap kalau dirinya pernah menjadi guru TK, bercerita pengalamannya dan menegaskan kalau anak usia 3-5 tahun sudah bisa diberitahu. Orangtua harus terus
mengingatkan anak-anak tata krama dan kesopanan.

" Kalau anak usia 3 - 5 tahun teriak-teriak tak terkendali di kereta atau menempati kursi lebih dari jatahnya di bus atau lari-lari di restoran (apalagi di sofa - pakai sandal atau sepatu pula),
sejujurnya, saya nggak paham kenapa saya (dan orang lain) tidak boleh memandang kalian, orangtuanya, dengan pandangan, " DUDE, TAME YOUR KIDS!!" ," tulis Rembulan.

Ia mengaku kalau memang belum memiliki anak. Tapi selama ini ia sering menghadapi dua keponakannya yang bersikap manis saat berada di area publik. Statusnya ini pun jadi viral dan
memicu perdebatan banyak orangtua. Ada yang setuju dengan pendapat Rembulan, ada yang tidak.

Menanggapi postingan tersebut, Arum Indriasari yang merupakan ibu dua anak menuliskan pengalamannya mengurus dua anak yang sangat berbeda. Salah satunya, sang putri Akasha yang sangat aktif dan seringkali mengamuk di ruang publik.

" Semua buku dan teori parenting yangg saya pelajari serasa buntu dengan Akasha. Semua yg saya tidak sukai jaman sebelum punya anak dan dia lakukan semua. Sampai saya sadar, Tuhan
memberikan dia sebagai guru spiritual saya. Bagi kami sama sama belajar. Bagi saya agar tidak sombong, rendah hati, empatetic dengan orang tua dan anak lain.Saya belajar menjadi orang
tua. Akasha banyak push my -pain button-," ungkap Arum.

Ia pun menulis kalau sebagai orangtua, dirinya dan banyak orangtua lain pasti mengajarkan norma etika pada anak-anak. Tapi hal itu tak semudah yang dibayang jika belum mengalaminya
sendiri.

" Saya sepenuhnya setuju untuk mendidik anak dengan etika, manners, respect to other people . Itu tidak bisa ditawar. Tapi memahami jiwa dan karakter anak masing masing yg unik itu
beda lho . Ngaku sebagai mantan guru ya mestinya paham toh apalagi latar belakang psikologi anak mestinya tahu. Sudahlah , selama belum punya anak sendiri dan mengasuh total sehari
hari jangan kebanyakan pakai teori parenting ABC deh...," tulis Arum.

Kedua postingan tersebut tentu memiliki sudut pandang masing-masing soal pengasuhan anak. Ada yang setuju dan ada yang tidak. Bagaimana menurut, Sahabat Dream?

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More