Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pesan berantai seputar kesehatan begitu cepat beredar di aplikasi chatting WhatsApp. Ada yang berisi berita benar, namun banyak sekali yang ternyata berita palsu atau hoax.
Salah satu yang sangat memicu kepanikan para orangtua adalah berita tentang penyebab kanker darah pada anak. Pesan berantai ini disebar melalui WhatsApp bercerita seorang anak yang 3 tahun terkena kanker darah stadium 4 di Yogyakarta.
" Menurut petugas medis di sana, pancaran WiFi bisa memicu risiko terkena kanker darah. Pihak medis menjawab banyak faktor .. salah satunya adalah terkena RADIASI (bersumber dari Gadget, radiasi Wifi) . Tersentak kami baru sadar, kami baru percaya, karena selama ini ananda sangat intens bermain gadget (hp dengan you tube-nya) dan dari pancaran Wifi yang ada di rumah kami.. dan membiarkannya karena anak dirasa diam saat bermain gadgetnya.," isi pesan tersebut.
Terkait hal ini dokter dari Parkway Cancer Center Singapura Colin Phipps Diong yang mendalami hematologi mengatakan bahwa hal tersebut tidak tepat. " WiFi 4G itu paparan radio frekuensi elektromagnetik antara 1900-2100 MHz. Dan hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara WiFi dengan kanker darah," kata Collin kepada Liputan6.com.
Namun, untuk teknologi jaringan 5G yang kini tengah dianalisis pakar di bidang teknologi. Belum diketahui ada atau tidak dampaknya pada kesehatan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga saat ini belum bisa dibuktikan efek langsung penggunaan sinyal ponsel yang merugikan terhadap kesehatan.
Selain itu, tentu belum bisa dibuktikan akan bahaya radiasi WiFi yang berjalan pada frekuensi yang jauh lebih rendah. Hal senada diutarakan oleh Health Protection Agency yang beranggapan radiasi elektro magnetik dari Wi-Fi tergolong sangat kecil dan pemancarnya juga berkekuatan rendah sehingga tidak memiliki efek signifikan pada kesehatan seseorang seperti dikutip dari TechRadar.
Sumber: Benedikta Desideria/ Liputan6.com