Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Logo Visit Malaysia 2020 (Sumber Foto: Nst.com.my)
Dream - Jika sebelum ini publik Malaysia tidak pernah mempermasalahkan logo 'Visit Malaysia', namun berbeda kali ini. Logo Visit Malaysia justru menarik perhatian bahkan hingga menuai perdebatan di kalangan netizen.
Banyak netizen awalnya menyangka jika logo yang beredar luas di media sosial ini hanyalah palsu atau editan, tapi ternyata itu memang logo resmi Visit Malaysia 2020. Netizen Malaysia pun beranggapan jika logo tersebut tidak layak bersaing dengan logo promosi pariwisata dari negara-negara lain.

Untuk memprotes, seorang netizen bernama Muhammad Hidayatullah pun membagikan tweet berupa unggahan foto logo Visit Malaysia buatannya sendiri. Dan logo tersebut pun dianggap jauh lebih menarik dibandingkan logo asli Visit Malaysia 2020.
" Ramai tidak puas hati logo 'Visit Malaysia 2020', macam tahun 1901 zaman perang Jepun.
" Aku pun buatlah satu logo dalam masa 30 minit sebagai tanda protes," tulis Muhammad Hidayatullah di Twitter-nya.
Sementara itu, seorang pengguna Twitter lain, Effi Saharudin juga mengungkapkan pendapatnya.
" Saya lihat logo 'Visit Malaysia' dan saya rasa seperti ingin membuang perisian 'photoshop CC' dan menggantikannya dengan perisian 'paint'."
Pendapat bernada serupa datang pula dari netizen-netizen lainnya.
" Adakah mereka memilih logo 'Visit Malaysia' daripada arkib tahun 90-an?" tulis Izzatsam.
" Ramai aku tengok pereka buat versi logo 'Visit Malaysia 2020' kepunyaan sendiri dan semuanya lawa. Tapi kebanyakan mesej tidak sampai sebab terlalu banyak elemen," kata Azlan Sulaiman.
Seorang lagi yang sependapat dengan Azlan, @hxsm berkata: " Tidak faham kenapa orang marah dengan logo 'Visit Malaysia' ni. Ia nampak okay. Selepas semua ini, 'mediocrity' (biasa-biasa sahaja) adalah sebahagian daripada budaya orang Malaysia."
(Sumber: mstar.com.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya