Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Ilustrasi
Dream - Kabar soal penculikan anak termasuk yang paling cepat menyebar melalui aplikasi chat maupun media sosial. Hal tersebut memang ampuh membuat orangtua jadi waspada, tapi ternyata sebagian besar adalah berita bohong atau hoaks.
Salah satu yang menimbulkan kepanikan adalah enam kabar penculikan anak dan pencurian organ tubuh manusia. Polri menyatakan informasi tersebut hoaks alias kabar bohong.
Tim patroli siber Polri telah menelusuri kabar penculikan anak yang berkembang di masyarakat. Hasilnya, polisi menemukan enam kabar penculikan anak dan pencurian organ tubuh manusia. Lima di antaranya hoaks dan hanya satu yang diduga benar terjadi.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, isu penculikan anak di media sosial tersebut dibuat oleh akun yang berbeda di waktu dan tempat berbeda pula. Foto maupun video yang digunakan tidak ada kaitannya dengan peristiwa penculikan.
" Foto yang dipasang dituliskan tentang penculikan anak dan pencurian organ tubuh sehingga menimbulkan rasa takut masyarakat," ujar Setyo, Jakarta, Rabu 31 Oktober 2018.
Polisi kini tengah menyelidiki penyebaran isu penculikan anak yang cukup masif tersebut. Belum diketahui secara pasti apa motif pembuat isu dan penyebar hoaks penculikan anak dan pencurian organ tubuh manusia itu.
" Segera kita ungkap secara tuntas, termasuk penyebarnya," kata Setyo.
© Dream
1. Pontianak
Viral penculikan anak di Pontianak pada Jumat 19 Oktober 2018. Pelakunya berhasil ditangkap dan diarak warga adalah hoaks.
Faktanya, foto yang digunakan merupakan peristiwa pencurian ponsel di Desa Cimpabuan, Kabupaten Bogor pada 16 Oktober 2018. Pelaku berinisial I mencuri ponsel di sebuah warung. Namun dia berhasil ditangkap warga setelah diteriaki maling oleh korbannya.
2. Cakung
Viral penculikan anak di Cakung dan dikembalikan setelah tiga hari dengan kondisi mata sudah diambil pada Senin 21 Oktober 2018 adalah hoaks.
Faktanya, foto yang digunakan merupakan bocah SD yang meninggal dunia akibat kelelahan dan dehidrasi pada 20 Oktober 2018. Bocah tersebut sebelumnya bersepeda dengan teman-temannya dari Ujung Menteng-Marunda. Karena kehausan dan tak punya uang, korban minum air di kamar mandi milik Dinas Kebersihan DKI. Namun usai minum, dia tak sadarkan diri hingga meninggal dunia di rumah sakit.
3. Kemayoran
Viral penemuan jasad bocah SD dengan kondisi organ dalam tubuh diambil di Kemayoran pada Rabu 24 Oktober 2018 adalah hoaks.
Faktanya, foto yang digunakan merupakan peristiwa penemuan jasad korban pemerkosaan dan pembunuhan di sebuah kebun sawit Dusun Rejosari, Tanjung Medan, Rokan Hilir pada 24 Oktober 2018. Pelaku bernama Hendri Limbong sudah ditangkap dan diproses di kantor polisi setempat.
4. Jakarta Utara
Viral isu penculikan anak dan organ dalamnya diambil di Jakarta Utara pada Rabu 24 Oktober 2018 adalah hoaks.
Faktanya, foto yang digunakan merupakan peristiwa seorang anak yang sempat meninggalkan rumah namun sudah kembali berkumpul dengan keluarganya pada 24 Oktober 2018. Bocah bernama M Rizki Saputra itu sempat meninggalkan rumah selama sehari untuk mencari orangtuanya hingga ke PLTU Ancol. Dia kemudian diantar warga yang menemukannya ke rumahnya di kawasan Pasar Nalo.
5. Kerinci
Viral isu penculikan anak di Kabupaten Kerinci pada Rabu 17 Oktober 2018 adalah hoaks.
Faktanya, berita tersebut diambil dari kasus orang mengalami gangguan jiwa di Jambi pada 27 Oktober 2018. Sementara foto yang digunakan diambil dari peristiwa penculikan yang terjadi di Cianjur Selatan pada 23 Maret 2017. Sejauh ini, polisi tidak menemukan tindak pidana penculikan anak di Kabupaten Kerinci.
6. Bali
Sementara viral penculikan anak di Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali pada Minggu 28 Oktober 2018 diduga benar terjadi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Korban berinisial NLPSE (6).
Awalnya orangtua korban mendengar anaknya menangis di sekitar warung. Setelah dilihat, ternyata korban sudah dipeluk orang tak dikenal dan siap digendong untuk dibawa kabur. Pelaku berhasil ditangkap warga setelah diteriaki oleh orangtua korban.
Sumber: Nafiysul Qodar/ LIputan6.com
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

