Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Pakaian dan aksesori yang populer selalu digandrungi masyarakat. Sebagian orang membelinya karena alasan modis, produk keluaran terbaru, tanpa memikirkan dampaknya untuk kesehatan.
Tidak banyak orang tahu, ternyata ada beragam produk trendi yang berdampak buruk untuk tubuh, misalnya bahan pakaian. Agar selalu nyaman dikenakan sehari-hari, kamu harus memperhatikan lebih teliti sebelum membeli.
Dilansir Brightside.com, ada lima bahan pakaian, dan aksesori yang harus kamu hindari, apa saja? Yuk simak artikel ini sampai habis, ya!
Hindari penggunaan bahan yang terlau ketat. Selain membuatmu gerah dan tidak nyaman, legging juga dapat bikin kulit jadi iritasi.
Bahannya yang padat dan cukup ketat, membuat kulitmu tergesek setiap bergerak.
Aktivitasmu juga menjadi terhambat karena tidak akan bisa leluasa bergerak.
Tidak hanya itu, bahan legging tidak akan menyerap keringat yang dihasilkan tubuh, sehingga membuat bakteri serta kuman bersarang di sana.
Jadi, kamu harus segera mencucinya dan lebih ekstra membersihkannya setelah digunakan.

Pakaian yang kebesaran
Tidak hanya pakaian yang terlau sempit, pakaian terlalu besar dan berat juga bisa memberikan dampak negatif pada tubuh.
Bahannya yang berat, menyebabkan lehermu terasa tidak nyaman. Lengan yang ukurannya tidak sesuai juga akan membuat otot menjadi tegang.
Pastikan kamu gunakan bahan yang tepat agar tubuh merasa nyaman dan aman saat beraktivitas.
Bahan bambu bertekstur keras, dan keras. Untuk memperlembutnya, bahan ini menggunakan bahan kimia yang diproses yaitu karbon disulfida, natrium hidroksida, dan asam sulfat.
Seperti yang kita tahu, semua senyawa tersebut beracun, dan sangat berbahaya bagi lingkungan.
Maka dari itu kamu harus jauhi penggunaan bahan bambu agar tubuh terhindar dari paparan bahan kimia.
Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Bahan anti air
Pada proses pembuatannya, bahan anti air juga menggunakan bahan kimia yang sudah jelas bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar.
Bahan anti air juga akan membuat kulit kepanasan karena bahannya yang tidak mempunyai pori-pori udara, serta membuat keringat tidak akan terserap.

Ikat kepala yang menggunakan bahan sintetis elastis, bisa membuat otot frontaslismu tertekan.
Hal itu akan menyebabkan sakit kepala, dan membuatmu tidak nyaman saat memakainya. Beralihlah dengan menggunakan ikat kepala yang lebih longgar, dan terbuat dari bahan alami.
Bahan yang longgar tidak akan membuat kulit kepala dan tulang kepalamu merasa tertekan. Hal ini dilakukan agar dapat menghindari gesekan ketat pada rambut dan saraf kejepit pada kepalamu.
Jadi, kapan mulai meninggalkan bahan-bahan berbahaya tersebut?
Laporan: Delfina Rahmadhani
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
