7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Toyota Mendukung Kebijakan Pemindahan Ibu Kota Negara,
Dream – Rencana pindah ibu kota ke Kalimantan Timur (Kaltim) seperti digaungkan Presiden Joko Widodo membuat perusahaan merancang strategi bisnis mereka. Meski hanya pusat pemerintah yang berpindah, perusahaan mulai melirik potensi bisnis yang bisa dikembangkan di ibu kota baru tersebut.
Salah satu yang sedang mengintip peluang tersebut adalah raksasa mobil Indonesia, PT Toyota Astra Motor (TAM).
Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto, dalam keterangan tertulisnya menilai pemindahan ibukota ke Kaltim sebagai rencana positif. Penilaian itu didasarkan pada tekad pemerintah menguragi beban pulau Jawa yang menjadi pusat segala kegiatan di Indonesia
“ Pulau Jawa saat ini menjadi pusat segala kegiatan baik dari sisi bisnis maupun pemerintahan, maka kami melihat ini sebagai suatu rencana yang positif,” kata pria yang karib disapa Soerjo.
Menurut Soerjo, pemerintah pastinya telah memikirkan secara matang dampak yang akan dihasilkan dari kebijakan memindahkan ibu kota.
Dia memperkirakan mobilitas masyarakat kemungkinan akan berubah seiring hijrahnya ibu kota pemerintahan dari Jakarta ke Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, Kaltim.
“ Kemungkinan akan mobilitas yang akan berubah dengan berpindahnya ibukota tentu saja ada,” kata Soerjo.
Toyota juga tak menutup kemungkinan melakukan ekspansi di Kaltim. Dikatakan bahwa rencana pemindahan ibu kota juga dibarengi dengan kebutuhan pasar otomotif yang lebih besar di Kalimantan.
“ Tentu hal tersebut akan masuk ke dalam studi kami untuk menambah jaringan agar bisa melayani customers dengan baik sebagai bagian dari spirit beyond service Toyota,” kata dia.
Pasar otomotif di Kaltim selama ini berkontribusi 2 persen terhadap total penjualan mobil secara nasional. Khusus Toyota, provinsi ini menyumbang angka penjualan 5,4 persen.
“ Saat ini, ada tujuh outlet Toyota di Kalimantan Timur,” kata dia.
Dream – PT Toyota Astra Motor (TAM) membukukan penjualan sebanyak 6.128 unit selama Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Penjualannya naik dua persen daripada GIIAS 2018, yang sebanyak 6.022 unit.
“ Pencapaian ini sedikit lebih tinggi,” kata Manager TAM, Fransiskus Soerjopranoto, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 29 Juli 2019.

Menurut Soerjo, penjualannya tumbuh karena ketegangan-ketegangan politik telah turun. Misalnya, Pilpres 2019 yang sudah berakhir.
“ Akhirnya, mudah-mudahan pencapaian ini bisa menjadi cermin pertumbuhan positif pasar otomotif Indonesia ke depannya,” kata dia.
Dari 6.128 unit, mobil Toyota terlaris adalah Avanza. Mobil ini laku 1.310 unit.
Posisi selanjutnya ada Innova yang terjual 1.091 unit, Rush 1.046 unit, Calya 1.022 unit, dan Fortuner 618 unit.
“ Avanza dan Kijang Innova masih mendominasi pencapaian perolehan pesanan selama GIIAS berlangsung,” kata Soerjo.
Dia mengatakan penjualan ini membuktikan bahwa pasar mobil di Indonesia didominasi oleh kendaraan MPV dengan tujuh kursi.
Dream – Mobil anyar low multi purpose vehicle (LMPV) andalan PT Toyota Astra Motor (TAM), New Avanza, resmi mengaspal pada Januari 2019. Dengan wajah baru, Avanza menggeser jagoan mobil LMPV Mitsubishi, Xpander, pada Februari 2019.
Pada bulan lalu, “ mobil sejuta umat” ini menduduki posisi kedua sebagai mobil terlaris di Tanah Air.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan Avanza membukukan penjualan wholesales sebanyak 5.700 unit pada Februari 2019. Mobil ini “ mendepak” Xpander dari posisi puncak yang hanya mencatat penjualan sebanyak 5.532 unit.
Penjualan Avanza dan Xpander hanya selisih 168 unit.

Di posisi ketiga, ada Honda Brio Satya yang mengantongi penjualan sebanyak 4.688 unit pada bulan yang sama.
Mobil Toyota Rush tercatat sebagai mobil terlaris keempat. Penjualan wholesale tercatat sebanyak 4.341 unit. Di posisi kelima, ada Daihatsu Sigra yang mencetak penjualan wholesale sebanyak 4.327 unit.
Berikut ini adalah 10 mobil terlaris di Indonesia sepanjang Februari 2019 yang dirilis oleh Gaikindo.
1. Toyota Avanza 5.700 unit
2. Mitsubishi Xpander 5.532 unit
3. Honda Brio Satya 4.688 unit
4. Toyota Rush 4.341 unit
5. Daihatsu Sigra 4.327 unit
6. Toyota Kijang Innova 4.261 unit
7. Suzuki Carry Pick-up 3.684 unit
8. Daihatsu Xenia 3.207 unit
9. Daihatsu Granmax Pickup 2.657 unit
10. Toyota Calya 2.569 unit
(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?