Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Ikan Besi Dalam Masakan Kamboja (Foto: Flickr Via Brightthemag.com)
Dream - Jangan kaget jika Sahabat Dream ke Kamboja dan mendapati ada besi berbentuk ikan di dalam panci. Besi tersebut biasanya bercampur dengan kuah dan tertutup bahan lainnya.
Rupanya ada alasan khusus ada ikan besi dalam masakan warga Kamboja. Hal ini karena beberapa tahun silam di Kamboja, masyarakatnya banyak yang mengalami kekurangan zat besi.
Terjadi krisis pangan yang sangat besar, sehingga sulit bagi warga mendapatkan asupan kaya zat besi seperti daging, ikan, ayam dan sayuran hijau. Seorang dokter dari Kanada memiliki ide untuk membuat ikan besi atau fish iron.
Dokter tersebut bernama Christopher Charles, penemu 'fish iron'. Ia menyarankan untuk selalu menggunakan ikan besi ini saat memasak, daripada warga membeli suplemen zat besi yang harganya cukup mahal dan sulit dijangkau oleh masyarakat kelas bawah.
Menurut Charles, penggunaan si ikan besi ini sangat sederhana. Caranya adalah dengan merebus ikan besi setidaknya selama 10 menit bersama dengan bahan lain.
Juga dianjurkan dengan menambahkan sari lemon. Dengan cara tersebut partikel besi dalam ukuran kecil bercampur dengan masakan dan dianggap bisa memenuhi kebutuhan tubuh.

(Foto: thegrommet.com)
Ikan besi ini sudah dibuktikan secara klinis. Ada sebuah desa di Kamboja yang penduduknya mayoritas terkena anemia. Setelah menggunakan ikan besi ini saat memasak, setengah dari penduduk mereka berhasil sembuh dari anemia atau kekurangan zat besi.
Selengkapnya baca di Diadona.id
Dream - Menyantap hidangan di restoran bintang lima Michelin atau di hotel berbintang, tentunya sangat berbeda dengan menikmati makanan di foodcourt. Dari segi menu, harga, pelayanan dan kenyamanan langsung terasa.
Begitu juga porsinya. Mungkin kerap muncul pertanyaan di benak Sahabat Dream mengapa hidangan di restoran berkelas cenderung disajikan sangat sedikit atau porsi kecil. Apakah bikin kenyang?

Rupanya, ada beberapa faktor yang menyebabkan restoran mewah menyajikan hidangan-hidangan mahal dengan porsi yang bisa dibilang sangat sedikit. Berikut beberapa alasannya.
1. Menjaga Kualitas Standar
Alasan pertama dan utama kenapa makanan mewah disajikan dengan porsi kecil adalah upaya restoran dalam menjaga kualitas standar makanan yang sudah mereka tentukan per porsi. Restoran 'high end' biasanya memang gunakan bahan-bahan terbaik untuk menu mereka.
Setiap porsi juga diperhatikan karena biasanya penyajian hidangan dibagi dalam tiga bagian. Hidangan pembuka, utama dan penutup. Bila porsi terlalu banyak, perut tak bisa menampung sampai hidangan penutup.

Restoran berbintang mereka hanya menggunakan bahan-bahan terbaik, tentunya berbanding lurus dengan harga bahan makanan yang cukup mahal. Untuk itu, mereka menyajikannya dalam porsi kecil, agar menu makanan mereka bisa disesuaikan.
Tren minimalis di kalangan restoran-restoran mewah jadi latar belakang kenapa makanan di sana disaikan dengan porsi kecil. Tak heran kalau mereka mengembangkan konsep bahwa porsi makanan kecil adalah hal elegan.

Selain itu, para pengelola restoran mewah percaya kalau para pelanggannya memang datang untuk mencari sensasi makan yang berbeda. Bukan sekadar makan untuk mengisi perut, atau bikin perut kenyang.
Porsi kecil juga dianggap bisa membuat tamu lebih fokus dengan rasa dari menu makanan yang disajikan. Lagi pula, restoran mewah biasanya memang menyajikan setidaknya 3 hingga 4 menu makanan bagi para tamunya.
Selengkapnya baca di Diadona.id
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes