Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi
Dream - Setelah CoronaVac dari Sinovac Lab Inc, Indonesia kedatangan lagi 1,1 juta dosis vaksin dari perusahaan Eropa, AstraZeneca. Vaksin ini diadakan melalui skema multilateral lewat Gavy Covax Facility.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyatakan kedatangan vaksin AstraZeneca menunjukkan upaya Pemerintah untuk mendukung prinsip kesetaraan akses vaksin membuahkan hasil. Dia sudah menyampaikan Expression of Interest Pemerintah Indonesia, yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan, kepada Gavy Covax Facility.
" Sejak saat itu, proses untuk mendapatkan akses vaksin dari jalur multilateral terus bergulir," ujar Retno, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.
Selain mengamankan kebutuhan dalam negeri, lanjut Retno, Indonesia terus mendukung prinsip kesetaraan akses terhadap vaksin bagi semua negara. Dia menegaskan prinsip tersebut harus terus disuarakan dan dijalankan.
" Prinsip ini terus kita dukung antara lain melalui posisi saya sebagai salah satu co-chair dari Covax AMC engagement group," kata Retno.
Lewat forum yang mempertemukan banyak pihak, Retno menyatakan Indonesia mendapatkan kepastian pengiriman pertama vaksin jalur multilateral pada Februari 2021. Vaksin tersebut tiba di Indonesia pada Senin, 8 Maret 2021.
" Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 vaksin jadi dengan total berat 4,1 ton," kata dia.
Lebih lanjut, Retno menyatakan Indonesia mendapat jatah 11.704.800 vaksin dengan pengiriman bertahap hingga Mei 2021. Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas kerja sama yang telah terjalin.
" Pihak internasional, negara donor, Gavy, WHO, Unicef, dan lain-lain. Untuk itu kami sampaikan apresiasi tinggi atas semua kerja sama yang diberikan," ucap Retno.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya