Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Desa Matmata, Tunisia (Foto: Panegyrics Of Granovetter/Flickr)
Dream - Banyak masyarakat lokal di seluruh dunia, terutama didaerah beriklim panas, secara tradisional tinggal di gua untuk menghindari panas. Orang Berber dari Matmata, sebuah desa kecil di Tunisia selatan, juga melakukannya.
Namun tidak seperti kebanyakan tempat tinggal di bawah tanah, rumah di Matmata tidak dibangun di sisi pegunungan. Melainkan dibangun dengan menggali lubang besar di tanah dan kemudian di sekitar sisi gua digali untuk dijadikan ruangan.

Lubang terbuka berfungsi sebagai halaman, dan kadang-kadang terhubung ke halaman lainnya di dekatnya melalui lorong seperti parit yang membentuk labirin bawah tanah yang besar.
Matmata dan beberapa kota serupa di Tunisia terletak di atas tumpukan batu pasir yang cukup lunak untuk digali dengan perkakas tangan, namun cukup kokoh sebagai tempat tinggal selama berabad-abad. Orang Berber telah menggali rumah di tanah dengan cara ini selama lebih dari seribu tahun.

Dataran Tinggi Matmata, dimana bangunan jenis ini ditemukan, merupakan satu-satunya jalur darat antara Libya dan Tunisia. Wilayah ini telah dikuasai oleh penjajah sepanjang sejarah, memaksa orang Berber mundur ke dataran tinggi tempat mereka mulai menggali rumah-rumah di pegunungan.
Kemudian, saat hubungan dengan penjajah Arab semakin bersahabat, orang Berber mulai merasa lebih aman dan banyak yang pindah ke bawah lalu mengembangkan desa dan rumah di lereng gunung yang rendan dan kemudian di dataran.

Saat ini, tempat tinggal gua ini menjadi obyek wisata. Matmata bahkan pernah digunakan sebagai lokasi syuting Star Wars. Rumah Luke Skywalker ternyata mengambil lokasi hotel bawah tanah di area ini yang bernama Sidi Driss.

(Sumber: amusingplanet.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya