Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Jadinya Kalau Bajaj Disulap Jadi Taksi Online? (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, nama “ bajaj” tentu tak asing di telingamu, terutama yang tinggal di area Jakarta. Kendaraan bermotor roda tiga hilir mudik di jalanan ibukota.
Belum lama ini, bajaj merambah Inggris. Kendaraan roda tiga ini digunakan sebagai taksi online sebuah perusahaan penyedia ride sharing, Ola.
Dikutip dari Overdrive, Selasa 26 Maret 2019, Ola merilis operasinya di Liverpool, Inggris, dan mengoperasikan bajaj serta becak motor Piaggio.
Aplikasi ini meluncurkan promosinya di Merseyside County, Inggris. Pengemudinya berjaket hijau neon. Para mitra pengemudi mengangkut penumpang dengan bajaj atau rickshaw “ tuk-tuk” secara gratis di sekitar pusat kota Liverpool.

(Foto: Overdrive)
Liverpool merupakan kota kelima di Inggris untuk Ola. Kota-kota sebelumnya yang dimasuki Ola adalah Cardiff, Bristol, Bath, dan Exeter.
Aplikasi ini menawarkan potongan yang lebih rendah daripada pesaingnya Uber. Kalau mitra pengemudi mendapatkan potongan 25 persen, di Ola justru 10 persen. Uniknya, taksi online ini harganya tidak naik meskipun sudah peak hour.
Ola bertujuan untuk meningkatkan akses pelanggan ke taksi dengan tarif yang lebih rendah. Ada tawaran diskon sebesar 50 persen bagi pelanggan yang mengunduh aplikasi sebelum April 2019. Aplikator itu berencana untuk memperluas usahanya ke beberapa kota lain di seluruh Inggris Utara pada 2019. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya