Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Hujan Meteor (Foto: Freepik.com)
Dream – Kembang api Halloween bukan satu-satunya hal yang akan menghiasi langit pada bulan ini. Bintang jatuh juga akan menerangi langit dalam beberapa minggu mendatang.
Hujan meteor Orionid tahunan akan terjadi sekitar tanggal 2 Oktober hingga 7 November 2020. Hujan meteor itu dinamakan Orionid karena memancar dari konstelasi rasi bintang Orion.
Seperti dikutip dari Lonely Planet, hujan meteor ini diberi nama untuk titik-titik langit tempat mereka tampak memancar.
Selama hujan meteor Orionid, bumi akan melewati sejumlah puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet Halley sebagai komet induk Orion.
Sekitar 10 hingga 20 bintang melesat sepanjang malam setiap jam pada puncak hujan meteor ini. Meskipun hingga 70 bintang per jam telah tercatat selama tahun-tahun terkuat hujan meteor tersebut.

Menurut Earthsky, Orionid yang bergerak cepat biasanya mengeluarkan meteor paling banyak pada jam-jam sebelum fajar, dan akan mencapai puncaknya pada 21 Oktober. Jadi persiapkan dirimu untuk melihat pemandangan langit yang begitu indah.
Bintang-bintang itu bergerak dengan kecepatan 41 mil per detik dan terlihat sangat cerah. Mereka akan meninggalkan jejak cahaya di langit yang berlangsung hingga satu menit. Pemandangan ini sebaiknya dilihat dari lokasi langit yang gelap saat bulan tidak terlihat.

Jika ingin menikmati fenomena hujan meteor Orionid itu, Earthsky menyarankan untuk melihat ke bintang Betelgeuse di rasi bintang Orion, dan sinarnya akan berada di sebelah utara.
Tahun ini kita bisa tetap berharap untuk pertunjukan langit yang menakjubkan itu karena bulan sabit akan terbenam pada awal hingga tengah malam, membuat langit menjadi lebih gelap.
Sehingga lewat tengah malam hingga menjelang fajar, hujan meteor itu diharapkan bisa terlihat sangat terang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya