Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Anak Remaja
Dream - Memasuki usia remaja, anak-anak mengalami pergaulan yang sangat kompleks. Tekanan dari lingkungan, teman di sekolah, belum lagi rasa tak percaya diri membuat mereka seringkali mengalami konflik.
Jika dilihat secara lebih dalam, sebenarnya konflik yang dialami anak remaja, merupakan latihan mental untuknya. Ketika mereka menghadapi teman yang suka mem-bully, bekerja dalam satu kelompok yang berbeda karakter, mengatur waktu sekolah, les dan bermain, remaja akan belajar bagaimana bersikap dan mengatasinya.
Untuk melatih anak, sebenarnya penting Anda lakukan sejak kecil. Misalnya saat balita ketika ia menumpahkan air, jangan memarahi tapi minta dia untuk mengambil lap dan
membersihkannya. Cara-cara ini akan menimbulkan mental mencari solusi.
Lalu apa yang bisa dilakukan pada anak remaja untuk melatih mereka menghadapi konflik?
" Hal pertama adalah ajarkan anak untuk menghadapi konflik seberat apa pun itu dan bukan bersembunyi atau malah lari dari tanggung jawab. Jika anak melakukan kesalahan berarti harus minta maaf, konsekuensi merupakan pelajaran berharga bagi anak," ujar Amy Morrin, seorang psikolog.
Biasakan juga mendengarkan pendapat anak, ini akan membuatnya juga mengikuti dan sangat penting untuk resolusi konflik. Mendengarkan orang lain dengan sudut pandang berbeda biasanya akan menimbulkan pertimbangan baru yang lebih baik, sehingga terwujud penanganan konflik yang baik.
" Apabila anak bercerita kalau ia sedang bermasalah dengan sesuatu, dengarkan dulu dengan baik bukan langsung menghakimi. Ketika ia menghadapi konflik maka hal itu pun akan ditirunya. Cara lainnya adalah membiarkan anak mengatasi masalahnya sendiri," ungkap Morrin.
Sebagai orangtua Anda mungkin ingin terus membantu anak saat menghadapi masalah atau konflik. Tapi sesekali biarkan ia menyelesaikannya sendiri, dengan pertimbangan dan caranya. Justru di sinilah peran orangtua yang membentuk anak menjadi bermental pemimpin, bertanggung jawab dan mandiri.
Sumber: Mom Junction
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

