Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Kemenparekraf
Dream - Desa wisata terus dikembangkan menjadi tren pariwisata baru. Konsep desa wisata menawarkan pengalaman liburan autentik di tengah lingkungan santai dan sehat.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkolaborasi dengan Traval.co meluncurkan 'Virtual Indonesia: Surga yang Tersembunyi', sebuah tur virtual untuk menelusuri berbagai desa wisata di Indonesia.
" Bersama-sama kami akan melaksanakan tur virtual 10 desa dan kawasan wisata yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan adanya kegiatan tur virtual ini, masyarakat berkesempatan mengenal lebih luas lagi apa itu desa wisata," ujar Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam konferensi pers virtual pada Rabu 27 Januari 2021.
Tur virtual mengajak wisatatan menjelajah 10 desa dan kawasan wisata potensial tersebar mulai dari ujung Barat hingga Timur Indonesia. Lewat tur ini, wisatawan bisa menikmati keindahan alam dan keistimewaan desa wisata yang belum diketahui secara luas oleh masyarakat.
Daya tarik di setiap desa wisata dikemas secara menarik dalam pengalaman audio-visual. Tur ini bisa diikuti secara gratis lewat kanal YouTube Pesona Indonesia setiap Sabtu dan Minggu pukul 10.00 WIB mulai 30 Januari-28 Februari 2021.
Kemenparekraf turut menggandeng Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk mendukung program pendampingan desa wisata. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Kemenparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024.
" Kami bekerja sama dengan ASIDEWI maupun Kemendes. Yang paling penting ini seperti Traval.co, CAVENTER adalah pegiat ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif. Jangan lupa untuk berwisata dengan menerapkan protokol kesehatan," tutur Sandiaga.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya