Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Kebiasaan Buruk Orangtua yang Harus Segera Dihentikan

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 19 November 2017 08:23
Kebiasaan Buruk Orangtua yang Harus Segera Dihentikan
Maksud hati ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati yang terjadi malah sebaliknya.

Dream - Tantangan menjadi orangtua tak akan ada habisnya. Selayaknya manusia, kita juga seringkali melakukan kesalahan dan kebiasaan buruk saat menghadapi anak-anak tercinta. 

Termasuk, ketika menjaga hubungan dengan pasangan yang sebenarnya juga membawa dampak bagi anak-anak. Ada beberapa kebiasaan buruk orangtua yang sering tak disadari.

Maksud hati ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati yang terjadi malah sebaliknya. Coba tengok beberapa kebiasaan ini. Jika Anda atau pasangan sebagai orangtua sering melakukannya, segera hentikan.

Selalu merasa gagal
Apakah ada orangtua sempurna? Jawabannya tentu saja tidak. Semua orangtua langsung 'praktik' mengasuh anak. Kesalahan demi kesalahan dilakukan tapi bukan berarti harus merasa
gagal.

" Perasaan gagal atau tidak mampu hanya akan membuat Anda jadi oranngtua yang malah tak percaya diri. Anak-anak pun jadi malah merasa tak nyaman, membangkang dan malah
merendahkan. Percayalah semua orangtua melakukan kesalahan, yang membedakan adalah mau memperbaikinya atau tidak," ungkap Amy Morrin, seorang psikolog keluarga.

Melakukan segalanya untuk anak
Menyiapkan keperluan dan kebutuhan anak memang tugas orangtua. Tapi semakin anak besar, mereka semakin memiliki kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri dan belajar mandiri.
Jadi jangan lupa untuk mengajari anak menyiapkan kebutuhan dasarnya sendiri.

Menaruh pakaian kotor di tempat cuci, mencuci piring, melipat pakaian bersih, menyiapkan keperluan bekal sekolah. Hal-hal ringan harus mulai diajarkan. Jangan sampai Anda melakukan
semuanya untuk anak, itu malah tak akan melatih kemandiriannya.

Mengabaikan hubungan pernikahan
Fokus mengurus anak, orangtua seringkali lupa untuk menghabiskan waktu berdua. Padahal hubungan harus diusahakan dan tak boleh dibiarkan begitu saja. Tetap usahakan waktu untuk
berdua saja. Bisa dengan makan di luar, menonton bioskop, melakukan hobi bersama tanpa anak-anak.

" Hubungan pernikahan yang hangat akan dirasakan anak-anak dan menjadi 'modal' bagi mereka sebagai gambaran keluarga saat dewasa nanti dan membina rumah tangga," ungkap Morrin.

Sumber: The Spruce

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More