Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Salon (Shutterstock)
Dream - Dua penata rambut asal Amerika Serikat diketahui positif terpapar Covid-19 dan telah melayani sekitar 139 klien selama beberapa hari. Untungnya, mereka tidak menginfeksi semua pelanggannya.
Berdasarkkan laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada 12 Mei 2020, seorang penata rambut (Stylist A) yang bekerja di sebuah salon di Springfield, Missouri, mengalami gejala sulit bernafas. Namun dia memutuskan tetap bekerja dan bertemu para klien.
Pada 20 Mei 2020, hasil tes Covid-19 akhirnya muncul. Penata rambut itu dinyatakan positif terpapar virus Covid-19.
Diketahui Stylist A mengabaikan saran tenaga medis untuk melakukan isolasi diri setelah melakukan test pada 18 Mei 2020.
Stylist kedua yakni Stylist B, merasakan gejala yang sama seperti Stylist A sejak 15 Mei 2020 dan terus melayani klien hingga 20 Mei 2020.
Mengetahui ada dua penata rambut yang positif Covid-19, Departemen Kesehatan wilayah Greene langsung melakukan pelacakan kontak dan mengidentifikasi total 139 klien yang melakukan kontak dengan kedua stylist tersebut.

Para pegawai yang bekerja bersama kedua penata rambut itu juga harus melakukan karantina selama dua minggu dan salon ditutup selama tiga hari untuk disemprotkan disinfektan.
Diketahui, selama melakukan interaksi dengan klien, kedua stylist selalu menggunakan masker. Stylist A telah mengenakan masker dan face shield, sedangkan Stylist B mengenakan masker berlapis atau masker bedah.
Sebanyak 139 klien dimonitor selama dua minggu dan ditawarkan untuk melakukan pengecekan selama waktu lima hari. Tidak satu pun dari 67 orang yang dites dinyatakan positif dan sisanya menolak untuk dites tetapi tidak melaporkan adanya gejala Covid-19 selama kurun waktu 14 hari.
Pelanggan salon tersebut kira-kira seimbang dari jenis kelamin dan usia. Mayoritas pelanggan menggunakan masker dengan durasi kedatangan berkisar 15 hingga 45 menit.
Kebanyakan dari klien menggunakan masker bedah dan sekitar lima persen menggunakan masker N95.
Para peneliti percaya, meski droplets dari pasien yang positif Covid-19 sangat berbahaya dan mudah menular, tetapi tetesan kecil yang dikeluarkan selama berbicara juga berpotensi menginfeksi.
Dalam laporan CDC dijelaskan bahwa, sangat penting bagi pemerintah untuk tetap memperketat dan menggalakkan kebijakan terkait protokol kesehatan bagi warganya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak dan besarnya gelombang tambahan Covid-19.
(Sah, Worldofbuzz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya