Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Work From Bali (Shutterstock.com)
Dream - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berupaya memulihkan sektor pariwisata Indonesia, khususnya di Bali. Sejumlah program telah disusun dan menunggu eksekusi.
Salah satu program yang digagas yaitu 'Work From Bali'. Program ini bertujuan memulihkan kondisi Bali dengan mengundang para pegawai institusi pemerintahan dan swasta untuk berkantor dari Pulau Dewata.
" Kebijakan Work From Bali ini masih terus digodok, kita koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait," ujar Menparekrat Sandiaga Salahuddin Uno, dalam Weekly Media Briefing Kemenparekraf, Rabu 2 Juni 2021.
Sandi mengatakan pandemi Covid-19 menjadi pintu gerbang menuju tren pariwisata baru yang menyasar kebiasaan kerja baru pula. Ini bisa meningkatkan daya tarik Bali dan destinasi wisata lain.
© Menparekraf Sandiaga Uno
Sandi juga menyatakan perlunya dukungan infrastuktur yang mumpuni agar program ini dapat terwujud. Sehingga diperlukan pembangunan sarana dan prasarana seperti jaringan internet serta peningkatan aktivitas wisata.
" Ini yang akan terus kami persiapkan, dengan Work From Bali oleh Pemerintah yang dikordinir oleh Kementerian Maritim dan Investasi, kami yakin akan mengangkat tingkat keterhunian hotel-hotel di Bali, paling tidak hingga 30 persen," terang Sandi.
Ke depannya, Sandi menyatakan tidak menutup kemungkinan Pemerintah terus membuat destinasi-destinasi wisata lainnya menjadi tempat bekerja. Apalagi muncul permintaan dari masyarakat agar program serupa dijalankan di luar Bali, seperti Work From Lombok dan Work From Labuan Bajo.
Kebijakan bekerja dari destinasi wisata, dapat terjadi apabila destinasi tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tidak hanya itu, destinasi wisata juga harus memiliki jaringan internet yang stabil, dan suasana kerja yang nyaman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya