Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Anak Menangis
Dream - Sudah berminggu-minggu Anda tak perlu bergadang karena si bayi sudah memilik jadwal tidur yang teratur. Hanya bangun saat-saat tertentu untuk menyusui. Tapi kemudian 'ketenangan tidur' terusik karena bayi bangun tiap jam dan kembali membuat Anda terjaga tengah malam.
Kondisi bayi ini disebut regresi tidur atau sering mendapat julukan 'perusak' jadwal tidur bayi. Apa itu regresi tidur?
"Regresi tidur terjadi selama sekitar satu hingga empat minggi ketika bayi atau anak yang telah memiliki jadwal tidur teratur dan nyenyak tiba-tiba menunjukkan kebiasaan tidur yang sangat berbeda. Sering terbangun, cemas, rewel, baik saat tidur malam hari siang hari," ujar Rebecca Kempton, MD, yang juga pendiri Baby Sleep Pro, lembaga penelitian tidur yang fokus pada pola tidur bayi.
Tentunya hal ini sangat mengesalkan, mengingat Anda sudah tenang dan nyaman dengan pola tidur bayi yang sudah terbentuk tapi kemudian 'rusak' begitu saja. Jika mengalami kondisi ini Anda tak perlu khawatir, karena regresi tidur bersifat sementara.
"Usia yang paling umum mengalami regresi tidur adalah tiga sampai lima bulan, lalu delapan sampai sepuluh bulan, serta 18 bulan dan 2 tahun. Pada dasarnya kondisi ini bisa terjadi pada siapapun, bahkan orang dewasa," ujar Kempton, seperti dikutip dari Baby Center.
Kondisi tersebut bisa terjadi karena perubahan psikologis dan perilaku dari waktu ke waktu. Misalnya kecemasan, anak semakin bisa merasakan suasana lingkungan atau mungkin merasa tidak nyaman dengan suasana baru yang tak Anda sadari.
"Untuk mengatasinya Anda tak perlu melakukan hal yang khusus, cukup membuat bayi nyaman, bisa dengan dekapan, pelukan, menyusui serta pastikan suasana kamar tidak membuat bayi merasa asing," kata Kempton.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS