7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Konsep wisata halal yang tengah digenjot Pemerintah ternyata masih banyak disalahpahami masyarakat. Banyak yang menilai wisata ini dapat memberangus kearifan lokal.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi, menyatakan terjadi kekeliruan pemahaman akan wisata halal sehingga harus diluruskan. Zainut mengungkapkan wisata syariah atau wisata halal bukan Islamisasi wisata sehingga semua hal di destinasi wisata disesuaikan syariah.
" Dalam syariat Islam, kita mengenal bahwa kebiasaan baik yang telah dijalankan oleh penduduk setempat tetap dipelihara dan dipertahankan selama tidak bertentangan dengan maqashid syariah," ujar Zainut, dikutip dari Kemenag.
Zainut menerangkan wisata syariah atau wisata halal berarti pemberian fasilitas yang memudahkan wisatawan Muslim menunaikan kewajiban keagamaannya di sebuah tempat wisata. Di antaranya tersedianya maknanan yang sudah dipastikan kehalalannya, juga fasilitas ibadah.
" Kemudahan untuk melakukan transaksi keuangan syariah, fasilitas hotel, sikap positif pelaku bisnis terhadap wisatawan dan lain sebagainya," kata dia.
© Ilustrasi (Shutterstock.com)
Zainut juga menerangkan wisata halal kini tengah menjadi tren di sejumlah negara seperti China, Jepang, maupun Korea yang menerapkan sistem sekuler. Tetapi, di sana digunakan istilah berbeda seperti halal tourism, moslem friendly, dan masih banyak lagi.

" Konsep wisata halal sebetulnya universal, sehingga dapat diterima oleh semua kalangan agama, masyarakat budaya, dan pemerintah," kata dia.
Selanjutnya, Zainut berharap para pelaku industri wisata halal dan ekonomi syariah terus berikhtiar menghapus kesan eksklusif halal yang masih ada di masyarakat. Hal ini dijalankan dengan menggiatkan edukasi tanpa perlu menimbulkan kerumitan baru dengan menggali nilai-nilai yang sudah ada di dunia usaha.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?