Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Source: Shutterstock.com
Dream - Banyak orang yang telah sadar pentingnya kesehatan mental. Hal tersebut tidak lagi dianggap asing.
Namun, masih banyak orang yang mengabaikan pentingnya menyadari kondisi kesehatan mental. Sehingga, kondisi mental seringkali terabaikan.
“Masih banyak orang yang menyepelekan kesehatan mental. ‘Biarin waktu yang akan menyembuhkan luka batin atau kecemasan’. Padahal, waktu tidak sepenuhnya bisa diandalkan,” ujar Praktisi Mindfulness dan Emotional Healing, Adjie Santosoputro dalam Webinar Aqua ‘Hidrasi Sehat dan Mindfulness untuk Kurangi Kecemasan Hadapi Normal Baru’ di Jakarta, Kamis 25 Juni 2020.

Luka batin hanya bisa disembuhkan dengan waktu jika kondisinya masih ringan. Namun, kondisi seseorang bisa semakin berbahaya dan masuk ke alam bawah sadar jika diabaikan dengan kecemasan atau luka batin yang parah.
Maka dari itu, sangat penting untuk menyadari kondisi kesehatan mental diri sendiri. “Sebenarnya ketika kecemasan masuk ke alam bawah sadar, tubuh memberi kode berupa hal yang terjadi sehari-hari”.

Salah satu tandanya adalah relasi atau hubungan dengan orang sekitar menjadi kurang baik. “Kondisi jadi kurang nyaman dan rasa bahagia terasa hambar. Nggak ada rasa lega atau plong dan serba tergesa-gesa. Produktivitas juga menurun,” tutur Adjie.
Setelah menyadari tanda-tanda tersebut, perlu disadari bahwa kecemasan berasal dari diri sendiri.
“Kita harus paham dulu, bahwa cemas itu disebabkan oleh faktor internal yang ingin memastikan yang terjadi. Padahal, hidup ini serba tidak pasti”.
Seringkali ketidakpastian serta faktor eksternal diklaim menjadi penyebabnya, padahal semuanya berasal dari internal diri. Kecemasan pun boleh dialami jika masih di dalam batas wajar.
Namun jika semakin parah, kamu perlu menyadari kondisimu dan mulai berdamai dengan kecemasan tersebut.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
