Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi Kopi Luwak (Merdeka.com)
Dream - Kreativitas anak bangsa mengolah biji luwak menjadi kopi nikmat rupanya mulai ditiru Malaysia.
Hal itu diungkapkan Chairman Speciality Coffee Association of Indonesia, Leman Pahlevi. Menurutnya Malaysia sudah memulai proses produksi kopi luwak. Namun masih dalam skala kecil.
" Mereka belum akan menyaingi kita, karena kopi Malaysia juga masih sedikit. Jadi saya rasa dalam waktu dekat tidak akan menyaingi Indonesia," kata Leman dikutip Dream.co.id dari laman Merdeka.com, Jumat 10 Oktober 2014.
Meski belum menjadi ancaman berarti, namun jika tidak didukung dengan baik, keberadaan produk kopi luwak Indonesia bisa terancam.
Mengingat kopi luwak Indonesia belum dipatenkan. Dikhawatirkan, negara tetangga bakal mengklaim kopi luwak sebagai produksi khas mereka.
" Ini harusnya dipatenkan untuk kita sendiri. Makanya kita minta pemerintah untuk memproteksi ini," tegasnya.
Dia tidak memungkiri, kopi luwak bisa diproduksi di mana saja. Yang membedakannya yakni kondisi demografi yang didiami oleh hewan tersebut.
" Luwak di mana-mana ada, tapi kualitasnya yang paling bagus, ini karena biji kopi yang diambil menurut naluri luwak, sehingga yang didapat itu yang benar-benar bagus. Sementara kalau kita hanya melihat bahwa biji kopi itu sudah merah makanya dipetik," jelas Leman.
Saat ini, kopi luwak disebut sebagai kopi paling mahal di dunia. Harga biji kopi luwak ini telah mencapai US$ 200 atau sekitar Rp 2,4 juta per kg.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?