7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Tumis Daging Kentang/ Foto: Shutterstock
Dream- Siapa yang sedang bingung membuat menu sahur? Jika kamu sedang mencari ide, coba tumis kentang kentang yang simpel banget.
Perpaduang daging sapi cincang dan kentang, membuat menu ini sangat kaya gizi. Bumbunya juga sangat beraroma, membangkitkan selera makan.
Bisa juga jadi menu buka puasa. Untuk membuatnya sangat simpel. Konten kreator kuliner di Instagram, @yanesthi, membagikan resepnya. Segera catat ya.
Bahan:
- 200-250 gram daging sapi yang sudah digiling
- 250 gram kentang
- 4 siung bawang putih
- 1 buah bawang bombai
- 6 cabai Rawit
- 2 sdm kecap asin
- 4 sdm kecap manis
- 1 sdm saus tiram
- 1 sdm saus sambal
- 1/2 sdm kaldu sapi bubuk

- Potong dadu 250 gram kentang kemudian goreng dengan sedikit minyak dan sisihkan
- Tumis bawang putih dan bawang bombai yang sudah dicincang halus lalu masukkan daging giling, tunggu hingga matang berwarna kecoklatan
- Tambahkan kentang yang sudah digoreng tadi dan masukkan cabai rawit sesuai selera
- Bubuhkan saos dengan takaran 2 sdm kecap asin, 4 sdm kecap manis, 2 sdm saus tiram, dan 1 sdm saus sambal
- Tambahkan 1/2 sdm kaldu sapi bubuk untuk menambah cita rasa yang gurih, aduk hingga bumbu merata
- Olahan daging tumis kentang siap disajikan. Makanan ini bisa disantap langsung saat sahur atau sebagai lauk nasi putih saat berbuka
Lihat postingan ini di Instagram
Laporan Hany Puspita Sari
Dream - Sebagian orang tidak suka mengonsumsi buah dan sayur dengan kulitnya. Biasanya, kulit buah atau sayur akan dikupas dan dibuang.
Meski buah atau sayur tetap bermanfaat setelah dikupas, ternyata kulitnya juga kaya akan nutrisi. Begitu pula dengan kulit kentang.

Ahli Gizi, Rita Ramayulis, menyarankan kulit kentang tidak dikupas saat dikonsumsi. " Kulit kentang harus dimakan karena kulit kentang ini kaya akan serat yang diperlukan untuk metabolisme karbohidrat dan lemak," ungkapnya dalam unggahan Instagram.
Hal tersebut menyebabkan kulit kentang mampu menurunkan risiko diabetes melitus dan penyakit lipid darah yang tinggi seperti hiperkolesterolnemia.

Foto: Shutterstock
Kulit kentang juga bisa menunda lapar dan membuatmu kenyang lebih lama. Sehingga, kulit kentang sangat cocok dikonsumsi saat menjalani diet atau ingin menurunkan berat badan.
Tidak hanya itu, kamu bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dengan mengonsumsi kulit kentang. " Kulit kentang mengandung vitamin serta mineral tinggi, seperti vitamin c, asam folat, kalsium, zat besi, dan kalium" .
Rita pun mengungkapkan konsumsi kulit kentang akan mengurangi potensi sampah makanan yang baik untuk lingkungan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?